Tautan-tautan Akses

Presiden Perancis Bertolak ke Rusia, Upayakan Koalisi Anti-ISIS


Presiden Perancis Francois Hollande saat memberikan sambutan di kantor pusat UNESCO di Paris, Perancis, 17 November 2015 (Foto: dok). Presiden Perancis Francois Hollande bertolak ke Rusia hari Kamis (26/11) sebagai bagian dari upaya membentuk koalisi global untuk meningkatkan perang melawan kelompok militan Negara Islam (ISIS).

Presiden Perancis Francois Hollande saat memberikan sambutan di kantor pusat UNESCO di Paris, Perancis, 17 November 2015 (Foto: dok). Presiden Perancis Francois Hollande bertolak ke Rusia hari Kamis (26/11) sebagai bagian dari upaya membentuk koalisi global untuk meningkatkan perang melawan kelompok militan Negara Islam (ISIS).

Perancis telah menjadi bagian dari koalisi yang dipimpin Amerika yang menarget kelompok ekstremis itu, tetapi para pemimpin Perancis mendapat tekanan yang kuat agar berbuat lebih banyak untuk mengalahkan ISIS setelah serangan-serangan di Paris itu.

Presiden Perancis Francois Hollande bertolak ke Rusia hari Kamis (26/11) sebagai bagian dari upaya membentuk koalisi global untuk meningkatkan perang melawan kelompok militan Negara Islam (ISIS) setelah serangan maut di Paris baru-baru ini.

Hollande akan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow. Ia melanjutkan lawatannya yang berhasil mendapat janji dukungan secara lisan dari para pemimpin Amerika, Inggris dan Jerman.

ISIS, yang menguasai wilayah yang luas di Irak dan Suriah, mengaku bertanggung jawab atas serangan terpadu senjata api dan bom 13 November lalu di Paris yang menewaskan 130 orang.

Perancis telah menjadi bagian dari koalisi yang dipimpin Amerika yang menarget kelompok ekstremis itu, tetapi para pemimpin Perancis mendapat tekanan yang kuat agar berbuat lebih banyak untuk mengalahkan ISIS setelah serangan-serangan di Paris itu.

Belum jelas seberapa jauh kemajuan yang dapat dicapai Hollande dalam meyakinkan Putin agar bergabung dalam upaya anti-ISIS. Harapan-harapan itu memudar hari Selasa karena sebuah pesawat jet Rusia ditembak jatuh oleh anggota NATO, Turki.

Jet Rusia itu mengambil bagian dalam kampanye militer Moskow di Suriah, untuk memastikan kelangsungan pemerintah presiden Suriah Bashar al-Assad, dengan menarget pemberontak yang didukung Barat. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG