Tautan-tautan Akses

Presiden Panama Bantah Tuduhan dalam Kawat Diplomatik Amerika yang Bocor


Presiden Panama Ricardo Martinelli (foto: dok) menolak tuduhan bahwa dirinya meminta diplomat AS untuk menjadi mata-mata.

Presiden Panama Ricardo Martinelli (foto: dok) menolak tuduhan bahwa dirinya meminta diplomat AS untuk menjadi mata-mata.

Kawat yang bocor menyebut Presiden Ricardo Martinelli meminta Duta Besar AS untuk memata-matai lawan politiknya.

Presiden Panama Ricardo Martinelli menyangkal tuduhan dalam kawat Departemen Luar Negeri Amerika yang bocor, bahwa ia meminta Amerika untuk membantu dirinya memata-matai lawan-lawan politiknya.

Martinelli mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa ia tidak pernah meminta Amerika untuk bantuan tersebut dan bahwa kawat tersebut salah tafsir.

WikiLeaks membocorkan kawat itu dan telah diumumkan dalam surat kabar Spanyol, El Pais.

Kawat tersebut menyatakan tak lama setelah ia menjabat bulan Juli, 2009, Martinelli meminta Duta Besar Amerika sebelumnya Barbara Stephenson untuk membantu menyadap telepon musuh-musuh politiknya.

Kawat itu mengatakan ketika duta besar menolak, Presiden Martinelli mengisyaratkan bahwa ia akan menghentikan kerja sama dengan upaya Amerika dalam anti perdagangan narkoba di Panama.

Kawat itu adalah salah satu dari ribuan dokumen rahasia diplomatik dan militer Amerika yang dipublikasikan di website WikiLeaks oleh pendirinya Julian Assange.

Para pejabat Amerika mengatakan kawat-kawat yang bocor telah memalukan Washington dan pemerintah lainnya, dan juga dapat membahayakan operasi militer Amerika di Afghanistan.

XS
SM
MD
LG