Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Obama Umumkan Langkah Baru Kurangi Kekerasan dengan Senjata Api


Presiden Barack Obama, kiri, pada pertemuan yang disiarkan langsung oleh CNN yang dipandu oleh Anderson Cooper, kanan, di George Mason University di Fairfax, Virginia, 7 Januari 2016.

Presiden Barack Obama, kiri, pada pertemuan yang disiarkan langsung oleh CNN yang dipandu oleh Anderson Cooper, kanan, di George Mason University di Fairfax, Virginia, 7 Januari 2016.

Presiden Amerika Barack Obama mengumumkan serangkaian langkah baru untuk mengurangi kekerasan dengan senjata api, dengan menghindari Kongres dalam isu yang telah menimbulkan perbedaan tajam di antara rakyat Amerika.

Langkah-langkah itu juga akan memperketat penegakan hukum dalam penggunaan senjata api yang ada, meningkatkan layanan kesehatan mental, dan memperluas penelitian teknologi keamanan menggunakan senjata api.

Dalam acara untuk memaparkan langkah-langkah itu, Presiden Obama menjadi terharu ketika ia mengenang penembakan tahun 2012 di sekolah dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut, di mana 26 siswa dan guru tewas.

“Setiap kali saya memikirkan anak-anak itu saya menjadi marah. Penembakan juga terjadi di jalan-jalan di kota Chicago setiap hari. Jadi, kita semua perlu meminta Kongres agar berani menghadapi kebohongan para pelobi senjata api. Kita semua harus melawannya dan melindungi warga. Kita semua perlu minta para gubernur, anggota legislatif dan bisnis melakukan bagian mereka untuk membuat masyarakat kita lebih aman,” ujarnya.

Presiden Obama menekankan langkah-langkah itu tidak akan memecahkan setiap masalah kejahatan yang menggunakan kekerasan di Amerika. Namun dia mengatakan langkah-langkah itu akan “berpotensi menyelamatkan nyawa dan menghindarkan keluarga-keluarga dari rasa duka akibat kematian-kematian yang sangat memilukan.”

Para pendukung hak kepemilikan senjata mengecam langkah-langkah yang ditetapkan oleh Presiden Obama dan mereka mengatakan langkah-langkah itu akan membatasi hak konstitusional untuk mempersenjatai diri.

James Hillin, seorang pedagang senjata di Texas mengatakan peraturan baru itu tidak diperlukan.

“Kami diizinkan membeli senjata dari individu. Ya, mereka ingin melakukan pendaftaran secara nasional, dan pendaftaran nasional mengarah pada penyitaan. Hitler, Stalin, dan semua pemimpin totaliter pada satu waktu telah menyita senjata rakyat sehingga mereka dapat mengendalikan rakyat, dan itulah yang akan terjadi dengan peraturan baru ini," kata Hillin.

Ketua DPR Paul Ryan menyebut proposal itu “tindakan berbahaya yang melampaui batas eksekutif,” dan menuduh Presiden Obama merongrong cabang legislatif pemerintah.

Pengumuman hari Selasa itu disampaikan setelah terjadi serangkaian penembakan massal di Amerika selama tahun yang baru berlalu, termasuk serangan teroris di California yang menewaskan 14 orang.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan peningkatan jumlah orang Amerika yang mendukung pemeriksaan latar belakang bagi mereka yang ingin membeli senjata api. [lt/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG