Tautan-tautan Akses

Presiden Obama Sampaikan Visi 'Dunia Bebas Nuklir'


Presiden Obama didampingi Kanselir Jerman Angela Merkel dan Walikota Berlin Klaus Wowereit,saat berpidato di depan gerbang Brandenburg, Berlin (19/6).

Presiden Obama didampingi Kanselir Jerman Angela Merkel dan Walikota Berlin Klaus Wowereit,saat berpidato di depan gerbang Brandenburg, Berlin (19/6).

Presiden Amerika Barack Obama menyampaikan pidato terkait visi untuk menuju 'dunia bebas senjata nuklir' di Gerbang Brandenburg yang bersejarah di Berlin, hari Rabu (19/6).

Presiden Amerika Barack Obama menyerukan kepada warga Eropa dan Amerika agar berjuang bersama-sama menghadapi tantangan zaman moderen, saat berpidato di hadapan ribuan warga Jerman hari Rabu di Berlin.

Presiden Obama berpidato di Gerbang Brandenburg yang bersejarah - tempat yang sama di mana Presiden Amerika John F. Kennedy menyatakan dirinya warga Berlin yang terbagi dua tahun 1963 - dan dimana Presiden Ronald Reagan menuntut agar pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev meruntuhkan Tembok Berlin tahun 1987.

Obama menggunakan pidatonya untuk menyerukan kembali diselenggarakannya perjanjian baru untuk menghentikan produksi bahan yang digunakan untuk bom nuklir, dan memajukan usaha untuk mendorong Senat Amerika agar meratifikasi perjanjian larangan uji coba nuklir secara menyeluruh.

Presiden Barack Obama saat memberikan pidato di Gerbang Brandenburg yang bersejarah di Berlin, Rabu (18/6).

Presiden Barack Obama saat memberikan pidato di Gerbang Brandenburg yang bersejarah di Berlin, Rabu (18/6).

Obama mengatakan akan berusaha mengurangi sampai sepertiga senjata nuklir dan melakukan lagi perundingan dengan Rusia dalam upaya meninggalkan sikap era perang dingin.

Ditegaskan pengurangan senjata nuklir dapat dilakukan sementara memastikan keamanan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dan menjaga penangkal strategis yang kredibel.

Menurut usul Obama, Amerika Serikat dan Rusia akan mengurangi sampai sepertiga kepala peluru nuklir strategis dari tingkat yang disepakati dalam Perjanjian START. Perjanjian yang ditandatangani tahun 2009 itu menetapkan kedua negara mengurangi jumlah kepala peluru nuklir strategis menjadi 1.550 tahun 2018.

Sebelum pidato Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin dikutip mengatakan pemerintahnya tidak akan menyetujui pengubahan penangkal strategis nuklir atau pengurangan efektivitas kekuatan nuklir Rusia.

Gedung Putih mengatakan Perang Dingin sudah berakhir, tetapi masalah sekarang ini memerlukan sejenis aktivisme warga yang serupa, termasuk pemanasan global, penyebaran nuklir dan terorisme.

Perjanjian yang disebut persetujuan START tersebut menghendaki kedua negara untuk mengurangi persenjataan mereka hingga tersisa 1.550 hulu ledak strategis bersenjata nuklir sebelum tahun 2018.

Beberapa jam sebelum pidato tersebut, Obama bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk melakukan pembicaraan mengenai Suriah, Afghanistan, dan pengintaian telepon dan Internet Amerika.

Dalam sebuah konperensi pers bersama setelahnya, Merkel mengatakan sementara musuh dan oposan dapat menggunakan internet untuk mengancam demokrasi, ia menegaskan kepada presiden Amerika bahwa bahwa harus ada keseimbangan dan proporsionalitas antara kebutuhan untuk memonitor ancaman dan menjaga tatanan liberal.

Obama sendiri menyebut program pengintaian internet Amerika bersifat terbatas, dengan bersikeras mengatakan bahwa badan-badan intelijen Amerika tidak menyelidiki email-email biasa warga Jerman, warga Amerika, atau warga negara lainnya. Obama juga mengatakan, program-program pengintaian internet dan telepon berada dalam pengawasan pengadilan federal.

Ia mengatakan pemerintahnya telah menjaga keseimbangan antara melindungi rakyat Amerika dan memelihara kebebasan sipil dan privasi. Ia juga menegaskan bahwa program pengintaian itu telah menyelamatkan banyak nyawa.
XS
SM
MD
LG