Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Obama Sampaikan Pidato Kenegaraan Terakhir

  • Carolyn Presutti

Presiden Barack Obama menyampaikan Pidato Kenegaraan di hadapan para anggota Kongres di Gedung Capitol, Washington DC (12/1).

Presiden Barack Obama menyampaikan Pidato Kenegaraan di hadapan para anggota Kongres di Gedung Capitol, Washington DC (12/1).

Meskipun terjadi serangan di Paris dan California, Presiden Obama mengatakan teroris di luar dan di dalam negeri memang mengerikan tetapi tidak mengancam eksistensi negara Amerika.

Sebagai seorang presiden yang berusaha meninggalkan warisannya, Barack Obama menyampaikan Pidato Kenegaraan ke-tujuh dan terakhirnya Selasa malam, dan mengatakan kedua majelis Kongres agar melihat ke depan, tidak hanya setahun ke depan, tetapi lima tahun dan seterusnya.

Dalam Pidato Kenegaraan terakhirnya, presiden yang dulu menjanjikan harapan itu berbicara tentang bangsanya yang “berpandangan jernih, baik hati, optimistis” tapi kini dibuat ngeri oleh terorisme.

"Jika Anda mengancam orang Amerika, kami akan cari Anda,” katanya.

Meskipun terjadi serangan di Paris dan California, Presiden Obama mengatakan teroris di luar dan di dalam negeri memang mengerikan tetapi tidak mengancam eksistensi negara Amerika. Namun ia mendesak anggota Kongres dari Partai Republik agar bertindak.

"Jika Kongres serius untuk memenangkan perang ini dan ingin mengirim pesan kepada pasukan kita dan dunia, berikan wewenang penggunaan kekuatan militer terhadap ISIS. Lakukan pemungutan suara."

Presiden Obama juga minta Kongres agar mengambil langkah berikutnya terhadap Kuba, yakni mencabut embago.

Mengenai Pasifik, dia minta persetujuan untuk kesepakatan perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).

Tidak lama sebelum pidato, 10 tentara Angkatan Laut Amerika di dua kapal patroli ditahan oleh Iran. Presiden Obama tidak menyebutkan insiden itu, bahkan ketika ia mengatakan apa yang dibanggakannya mengenai perjanjian nuklir Iran di depan sebagian hadirin yang skeptis di Kongres.

"Selagi kita berbicara, Iran telah mengurangi program nuklirnya, mengirim ke luar cadangan uraniumnya, dan dunia telah menghindari satu perang lagi.”

Gubernur South Carolina Nikki Haley menyampaikan tanggapan Partai Republik, membayangkan Gedung Putih dengan kebijakan yang berbeda. "Kami akan membuat perjanjian internasional yang disambut baik di Israel dan disambut dengan protes di Iran, bukan sebaliknya,“ katanya.

Menanggapi permintaan presiden, ahli jajak pendapat Partai Republik Matt Gammon mengatakan "Saya kira dia tidak mengharapkan tindakan serius Kongres mengenai hal-hal itu, tetapi saya kira dia ingin dipandang bahwa dia peduli dengan isu-isu itu oleh orang-orang yang akan menuliskan sejarah warisannya kelak,"

Presiden Obama mengatakan dia menyesalkan perpecahan yang terus berlanjut di kalangan rakyat Amerika, tetapi mengecam komentar-komentar negatif oleh Partai Republik.

"Semua pembicaraan tentang kemerosotan ekonomi Amerika adalah omong kosong politik,” katanya.

Sementara itu melalui Twitter, para bakal calon presiden dari Partai Republik memberikan tanggapan mereka. Donald Trump menyebut pidato Obama lesu, dan Ted Cruz menyebutnya “pidato penyangkalan" bukan pidato Kenegaraan.

Pesan politik yang ingin disampaikan oleh Gedung Putih adalah agar rakyat Amerika meninggalkan retorika Partai Republik dan fokus pada isu-isu yang akan mempengaruhi generasi mendatang. Rakyat Amerika akan memilih presiden baru sekitar 10 bulan lagi. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG