Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Obama Sambut Paus Fransiskus di Washington DC


Presiden AS Barack Obama menyalami Paus Fransiskus saat tiba di pangkalan udara Andrews, Selasa sore (22/9).

Presiden AS Barack Obama menyalami Paus Fransiskus saat tiba di pangkalan udara Andrews, Selasa sore (22/9).

Presiden Amerika Barack Obama dan ibu negara Michelle menyambut langsung kedatangan Paus Fransiskus setibanya di pangkalan udara Andrews, Washington DC Selasa sore (22/9).

Ini merupakan kunjungan pertama pemimpin tertinggi umat Katolik dunia ke Amerika, setelah kunjungan Paus Benediktus XIV tahun 2008. Meskipun demikian ini bukan pertemuan pertama antara Presiden Obama dan Paus Fransiskus karena keduanya sudah pernah bertemu di Vatikan pada bulan Maret 2014.

Wakil Presiden Joe Biden dan istrinya Jill, serta beberapa uskup dan pelajar sekolah Katholik juga ikut menyambut tokoh berusia 78 tahun itu.

Anggota Dewan Keamanan Nasional Amerika Charles Kupchan mengatakan beberapa pejabat Gedung Putih telah terbang ke Vatikan Juni lalu untuk memantapkan rencana kedatangan Paus ke Amerika.

“Sejak awal Presiden Obama telah meminta kami untuk memastikan agar lawatan Paus ini bernilai abadi dan menjadi sangat bermakna”, ujar Kupchan. “Terkait dengan hal itu, kami berupaya mewujudkan tujuan dan aspirasi pemerintahan Obama dan sekaligus Vatikan”, tambahnya.

Presiden Obama akan melangsungkan upacara penyambutan resmi Paus Fransiskus di sayap selatan Gedung Putih Rabu pagi (23/9). Diperkirakan lebih dari 15 ribu orang akan menghadiri upacara tersebut.

Setelah menyampaikan sambutan singkat, kedua pemimpin akan melakukan pertemuan empat mata, yang menurut beberapa pejabat pemerintah akan dipusatkan pada bagaimana mewujudkan nilai-nilai yang dimiliki kedua pemimpin, dan bukan soal agenda politik.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest Selasa sore (22/9) mengatakan kepada wartawan, “kedua tokoh tampaknya akan banyak membicarakan tentang cara-cara mereka mengabdikan diri untuk meningkatkan nilai-nilai terkait keadilan sosial, mendahulukan mereka yang kurang beruntung dan bagaimana mewujudkan hal itu dengan penuh keyakinan”.

Terkait upaya mengatasi ketidaksetaraan ekonomi dan sosial, pejabat-pejabat Gedung Putih merujuk hal lain yang diperkirakan akan menjadi topik pembahasan yaitu soal perubahan iklim, terlebih menjelang konferensi PBB tentang iklim di Paris bulan Desember mendatang.

Paus Fransiskus juga dikenal kerap berbicara lantang menentang pembantaian kelompok agama minoritas, khususnya di Timur Tengah, dimana militan ISIS menarget kelompok Kristen dan Yazidi. Komitmen atas kebebasan bergama dan hak-hak kelompok agama minoritas diperkirakan juga akan menjadi pembicaraan. Demikian pula isu imigrasi, perjanjian nuklir Iran dan normalisasi hubungan Amerika dan Kuba.

Paus Fransiskus hari Rabu (23/9) dijadwalkan akan mengikuti parade di sepanjang jalan utama Monumen Nasional dan memimpin misa di Basilica of National Shrine of the Immaculate Conception. Hari Kamis (24/9) Paus akan menyampaikan pidato di Kongres dan mengunjungi beberapa lokasi sebelum bertolak ke New York dan memimpin misa di Katedral St. Patrick Kamis malam.

Paus Fransiskus akan berbicara di hadapan sidang Majelis Umum PBB Jumat pagi (25/9) dan melakukan ibadah bersama beberapa pemimpin agama berbeda di museum World Trade Center, serta misa di Madison Square Garden. Selanjutnya Paus Fransiskus akan bertolak ke Philadephia dan melangsungkan beberapa acara hingga akhir pekan nanti. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG