Tautan-tautan Akses

Presiden Obama Prihatin atas Tindakan Pemerintah Libya


Presiden Barack Obama melakukan pembicaraan telepon dengan beberapa pemimpin Eropa soal situasi di Libya.

Presiden Barack Obama melakukan pembicaraan telepon dengan beberapa pemimpin Eropa soal situasi di Libya.

Obama menyatakan keprihatinannya melalui pembicaraan telepon dengan pemimpin Inggris, Perancis, dan Italia.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia sangat prihatin atas penggunaan kekerasan oleh pemerintah Libya yang katanya melanggar “setiap aturan perikemanusiaan.”

Gedung Putih mengatakan dalam pernyataan hari Kamis bahwa Obama menyatakan keprihatinannya melalui pembicaraan telepon dengan kepala negara atau pemerintahan Inggris, Perancis, dan Italia.

Menurut pernyataan itu, para pemimpin tersebut semuanya menegaskan dukungan kuat mereka pada hak unversal rakyat Libya, dan membicarakan pilihan yang sedang dipertimbangkan negara mereka untuk menuntut pertanggung-jawaban dari pemerintah Libya dan menyediakan pertolongan kemanusiaan disana.

Dewan Keamanan PBB juga diperkirakan akan mengadakan rapat hari Jumat untuk membicarakan tanggapan atas keadaan di Libya. Para diplomat mengatakan Sekjen PBB Ban Ki-moon diperkirakan akan berbicara dalam rapat itu.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika P.J. Crowley mengatakan kepada wartawan sebelumnya hari Kamis Amerika Serikat mendukung pengeluaran Libya dari badan tertinggi hak azasi PBB.

Pemimpin Libya Moammar Gaddafi sedang menghadapi desakan internasional atas penindakan dengan kekerasan oleh pemerintahannya terhadap demonstran. Crowley mengatakan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton akan pergi ke Jenewa untuk melakukan pembicaraan internasional pekan depan yang bertujuan untuk menghentikan penindakan oleh pemerintah Libya itu.

Sebelumnya, Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan NATO tidak berencana untuk turun tangan dalam kerusuhan di Libya. Berbicara di Ukraina hari Kamis, Rasmussen mengatakan NATO belum menerima permohonan akan intervensi demikian, dan menekankan bahwa setiap tindakan yang diambil NATO akan didasarkan pada mandat PBB.

Rasmussen mengatakan keadaan di Libya tidak mengancam NATO atau anggota NATO, tetapi menambahkan keadaan tersebut dapat menyebabkan krisis pengungsi.

XS
SM
MD
LG