Tautan-tautan Akses

Presiden Obama Kutuk Kekerasan di Suriah


Gambar yang dikirim demonstran melalui ponsel menunjukkan korban penembakan pasukan Suriah di Zamalka, dekat Damascus (22/4).

Gambar yang dikirim demonstran melalui ponsel menunjukkan korban penembakan pasukan Suriah di Zamalka, dekat Damascus (22/4).

Presiden AS Barack Obama dalam pernyataan mengecam Presiden Suriah Bashar al-Assad yang disebutnya memilih 'cara penindasan.'

Presiden Amerika Barack Obama mengutuk Suriah atas apa yang disebutnya “penggunaan kekerasan yang keterlaluan” terhadap demonstran oposisi, setelah 75 orang tewas hari Jumat dalam penindakan pemerintah terhadap demonstrasi.

Obama mengatakan dalam pernyataan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad telah meremehkan seruan rakyat Suriah akan kebebasan dan sebaliknya memilih “cara penindasan.”

Ia juga menuduh Assad berusaha memperoleh bantuan Iran dalam penindakan brutal terhadap kaum sipil Suriah. Organisasi-organisasi dan aktivis ham mengatakan paling sedikit 75 orang tewas di Suriah hari Jumat setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan terhadap demonstran anti-pemerintah yang berlangsung di seluruh negara itu.

Jumlah korban jiwa itu membuat Jumat kemarin satu hari protes yang paling banyak menjatuhkan korban di negara itu sejak pergolakan anti-pemerintah mulai bulan Maret.

Para saksi dan aktivis mengatakan pasukan keamanan menggunakan peluru tajam dan gas air mata terhadap demonstran yang membanjiri jalan-jalan setelah sembahyang Jumat dan menyerukan peletakan jabatan segera Presiden Assad.

Korban tewas dilaporkan di daerah-daerah termasuk daerah Daraa, Suriah selatan, kota Homs, Suriah tengah dan daerah-daerah kediaman dekat ibukota Damaskus.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyertai Obama dalam menyerukan penghentian segera penindakan di Suriah.

XS
SM
MD
LG