Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Obama Kecam Sikap Anti-Imigran dalam Politik AS


Presiden Amerika Serikat, Barack Obama (Foto: dok).

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama (Foto: dok).

Meski tidak menyebutkan nama, Presiden Obama tampaknya mengarahkan pernyataannya itu ke bakal calon unggulan Partai Republik Donald Trump yang mengambil sikap paling keras dalam masalah imigrasi ilegal.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam keras sikap anti-imigran yang berkembang dalam politik Amerika, sebuah pernyataan yang dipandang sebagai kritikan terselubung terhadap beberapa tokoh yang paling banyak mendapat sorotan dalam bursa bakal calon presiden Partai Republik.

Presiden Barack Obama tidak menyebut nama-nama bakal calon presiden itu dalam pidatonya di hadapan Lembaga Kaukus Hispanik di Kongres, namun ia mengecam mereka dari partai Republik yang berusaha membalikkan usahanya dalam reformasi imigrasi.

Presiden Obama mengatakan, membalikkan reformasi imigrasi merupakan kekeliruan, sambil mengungkapkan kemajuan pemerintahnya dalam menurunkan tingkat pengangguran warga Hispanik dan menyediakan lebih banyak layanan kesehatan bagi kelompok minoritas itu.

Meski tidak menyebutkan nama, Presiden Obama tampaknya mengarahkan pernyataannya itu ke bakal calon unggulan Partai Republik Donald Trump yang mengambil sikap paling keras dibanding bakal calon presiden manapun dalam masalah imigrasi ilegal.

Presiden Obama mengatakan, "Anda seharusnya tahu bahwa kebesaran Amerika tercipta bukan karena membangun dinding-dinding pembatas. Kebesaran Amerika tercipta karena kita memberikan peluang."

Donald Trump, yang slogan kampanyenya "Make America Great Again" telah berjanji akan membangun dinding pembatas antara Amerika dan Meksiko untuk menghentikan arus imigran ilegal. Ia juga dikecam karena telah membuat sejumlah pernyataan yang memburuk-burukkan imigran Meksiko.

Berbicara sebelum Obama tampil di podium, Hillary Clinton, yang memimpin dalam berbagai jajak pendapat pemilihan bakal calon presiden Partai Demokrat, juga mengecam Donald Trump.

"Sewaktu bakal calon presiden terdepan dari Partai Republik mengatakan bahwa imigran dari Meksiko adalah pemerkosa dan pengedar narkoba, maka itu adalah masalah.

Ketika para bakal calon presiden menggunakan istilah-istilah menghina seperti "anchor babies" atau bahkan membicarakan untuk mengubah Konstitusi agar bisa mencabut status kewarganegaraan mereka yang terlahir di sini, maka itu merupakan masalah. Kita perlu orang-orang yang berani menentang retorika buruk dan pemikiran ekstrem ini,yang akan mengatakan melalui kata-kata dan tindakan, 'Cukup'. Hentikan semua ini," kata Hillary.

Beberapa bakal calon presiden Partai Republik, termasuk Donald Trump dan Senator Texas Ted Cruz, mengatakan, mereka ingin mencabut status kewarganegaraan berdasarkan kelahiran yang otomatis diberikan kepada siapa saja yang dilahirkan di Amerika,termasuk anak-anak imigran gelap. Amandemen ke-14 Konstitusi Amerika menyebutkan, "Semua orang yang terlahir di Amerika Serikat adalah warga negara Amerika Serikat."

Pernyataan oleh Trump, Cruz dan beberapa tokoh lainnya itusemakin menyulitkan Partai Republik dalam merebut cukup dukungan dari kelompok-kelompok minoritas, termasuk Hispanik, yang secara meyakinkan mendukung Obama ketimbang saingannya dari Partai Republik dalam pemilu tahun 2008 dan 2012. [lt]

XS
SM
MD
LG