Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Obama Bertolak ke Afrika


Presiden Barack Obama melambaikan tangannya sebelum memasuki pesawat Air Force One untuk bertolak ke Kenya dan Ethiopia (23/7).

Presiden Barack Obama melambaikan tangannya sebelum memasuki pesawat Air Force One untuk bertolak ke Kenya dan Ethiopia (23/7).

Organisasi-organisasi hak azasi manusia telah mendesak presiden Obama agar menggunakan kunjungannya untuk mendesak reformasi hak azasi manusia yang mendasar di kedua negara.

Presiden Amerika Barack Obama telah berangkat dari Amerika menuju Ethiopia dan Kenya, tanah air ayahnya, sementara ia menunjukkan pertumbuhan dalam kaitan ekonomi Amerika dengan Afrika sub-Sahara.

Ia akan tiba hari Jumat (24/7) di Kenya, dan akan menghadiri Pertemuan Puncak Kewirausahawan Sedunia di Nairobi. Obama akan menjadi presiden Amerika pertama yang berkunjung ke Ethiopia.

Organisasi-organisasi hak azasi manusia telah mendesak presiden tersebut agar menggunakan kunjungannya untuk mendesak reformasi hak azasi manusia yang mendasar di kedua negara.

Dalam sepucuk surat kepada Obama, 14 LSM dan pakar-pakar perorangan mengatakan pemerintah Kenya dan Ethiopia “menghadapi ancaman keamanan sungguh-sungguh, tetapi kita prihatin oleh cara masing-masing pemerintah menanggapinya, sering dengan langkah keamanan yang kejam dan usaha yang ditingkatkan untuk menindas masyarakat madani dan media independen.”

Rabu malam, Obama berbicara mengenai perdagangan dengan Afrika dalam resepsi Gedung Putih memperingati penanda-tanganan Undang-Undang Pertumbuhan dan Kesempatan Afrika. Ia mengatakan walaupun tantangan Afrika besar, benua itu adalah tempat yang dinamis dengan salah satu pasar yang bertumbuh dengan paling cepat di dunia. Ia mengatakan Afrika mempunyai potensi untuk menjadi pusat berikut kesempatan ekonomi sedunia.

Ia mengatakan undang-undang perdagangan tadi akan terus mendorong praktek pemerintahan yang baik, hak-hak buruh dan hak azasi manusia di Afrika.

XS
SM
MD
LG