Tautan-tautan Akses

Presiden Obama Bawa $1 Milyar Hadiah untuk Pengusaha Kenya


Presiden AS Barack Obama (kiri) mengamati lamp bertenaga surya saat berkunjung ke "Power Africa Innovation Fair" di Nairobi (25/7).

Presiden AS Barack Obama (kiri) mengamati lamp bertenaga surya saat berkunjung ke "Power Africa Innovation Fair" di Nairobi (25/7).

Presiden Barack Obama ikut menjadi tuan rumah KTT Global Entrepreneurship di Kenya hari Sabtu (25/7), dalam kunjungan pertamanya ke negara itu sebagai presiden Amerika Serikat.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta memperkenalkan presiden AS, yang diperkenalkannya sebagai seorang teman yang baik untuk benua Afrika.

Obama menyambutnya dengan ucapan "Niaje Wasee," slang dalam bahasa Kenya yang berarti "Apa kabar".

"Sangat luar biasa (bagi saya untuk) kembali ke Kenya. Saya bangga menjadi Presiden Amerika Serikat pertama yang mengunjungi Kenya," kata Obama dalam pidato pembukaannya. "Hal ini merupakan hal pribadi untuk saya, keluarga saya berasal dari sini dan saya punya saudara dan keluarga di sini."

Dia kemudian membahas masalah bisnis, mengumumkan dalam pertemuan pengusaha dan investor bahwa AS telah memperoleh lebih dari $1 miliar investasi untuk bisnis baru di seluruh dunia, menindaklanjuti janji yang telah dibuat pada pertemuan puncak tahun lalu di Maroko.

Obama mencatat bahwa Afrika merupakan salah satu benua yang paling cepat berkembang di dunia, di mana warganya sedang bangkit dari kemiskinan dan kelas menengah negara itu sedang berkembang.

"Benua ini perlu menjadi hub masa depan pertumbuhan global, bukan hanya pertumbuhan di Afrika," katanya.

Dalam sambutannya, Kenyatta berbicara tentang perjuangan keamanan Kenya dan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dia mengatakan kepada penonton untuk memberitahu teman-teman mereka di rumah dan di seluruh dunia bahwa "Afrika terbuka dan siap untuk bisnis."

"Anda semua mengetahui bahwa selama satu dekade ini ekonomi Afrika telah menjadi yang paling cepat berkembang di dunia. Ini merupakan cerita dari generasi baru Afrika yang memiliki komitmen untuk kebangkitan Afrika," katanya.

Presiden Barack Obama, kiri, ikut dalam diskusi panel di KTT Wirausaha Global di Kompleks PBB, 25 Juli 2015, di Nairobi.

Presiden Barack Obama, kiri, ikut dalam diskusi panel di KTT Wirausaha Global di Kompleks PBB, 25 Juli 2015, di Nairobi.

Setelah berdiskusi dengan beberapa pengusaha muda, Obama menutup sesi dan mendesak mereka untuk mengejar usaha bisnis mereka. "Pergilah ke sana dan mulailah (melakukan) sesuatu," katanya. "Kami sangat gembira tentang hal itu. Kami mengharapkan hal-hal besar dari Anda."

Sebuah delegasi anggota parlemen AS, pejabat Gedung Putih dan para pemimpin bisnis Amerika yang mendampingi presiden dalam KTT tersebut, menurut kedutaan besar AS di Nairobi, telah menggarisbawahi pentingnya dukungan Amerika Serikat atas pengusaha Afrika.

Jalan-jalan di Nairobi telah dicat dan dipoles untuk menyambut kedatangan Obama yang oleh warga Kenya disebut "kembali ke rumah"nya.

Tapi keamanan diperketat selama kunjungan presiden AS, dengan mengerahkan sedikitnya 10.000 polisi di Nairobi. Kedutaan Amerika Serikat telah mengingatkan bahwa KTT dimana Obama ikut menjadi tuan rumah tersebut bisa menjadi "target teroris."

Presiden Barack Obama berjabat tangan dengan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta di KTT Wirausaha Global, Nairobi, 25 Juli 2015.

Presiden Barack Obama berjabat tangan dengan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta di KTT Wirausaha Global, Nairobi, 25 Juli 2015.

Obama kemudian mengunjungi Kedutaan Amerika Serikat, di mana banyak orang berkumpul di luar untuk melihatnya. Sabtu malam, ia bertemu dengan Kenyatta untuk melakukan pembicaraan yang diharapkan berpusat untuk membangun hubungan perdagangan, melawan ekstremisme kekerasan di Kenya dan di seluruh wilayah negara tersebut, meningkatkan transparansi pemerintah dan membatasi perburuan satwa liar Kenya.

Marissa Melton dan Dan Joseph berkontribusi untuk laporan ini dari Washington.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, kanan, menyambut Presiden AS Barack Obama di Nairobi, 25 Juli 2015.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, kanan, menyambut Presiden AS Barack Obama di Nairobi, 25 Juli 2015.

XS
SM
MD
LG