Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Obama akan Kunjungi Arab Saudi Bulan Maret

  • Dan Robinson

Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto: dok).

Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Foto: dok).

Presiden Amerika Barack Obama dijadwalkan akan mengunjungi Arab Saudi bulan depan setelah melakukan lawatan ke tiga negara Eropa.

Lawatan ke Arab Saudi ditambahkan dalam jadwal lawatan Presiden Barack Obama ke Eropa yang sebelumnya sudah diumumkan, termasuk KTT Nuklir global di Belanda, konsultasi dengan NATO dan Uni Eropa di Brussels, serta kunjungan ke Italia untuk bertemu Paus Fransiskus dan pemimpin-pemimpin Italia.

Pembicaraan dengan Raja Arab Saudi Abdullah akan memusatkan perhatian pada isu-isu keamanan regional, termasuk perang saudara di Suriah dan perundingan internasional dengan Iran terkait perjanjian final tentang program nuklirnya.

Sebagai sekutu sejak lama, hubungan Amerika dan Arab Saudi saat ini sangat tegang. Pejabat-pejabat Arab Saudi tahun lalu mengeluhkan apa yang mereka lihat sebagai keengganan Presiden Obama untuk turun tangan di Suriah atau melakukan lebih banyak hal untuk mempersenjatai kelompok pemberontak, sementara Arab Saudi menyediakan senjata kepada para pemberontak.

Arab Saudi juga prihatin mengenai dukungan kelompok Syiah di Iran, pesaing utama Arab Saudi di kawasan itu, yang telah diberikan kepada Presiden Suriah Bashar Al Assad. Kelompok-kelompok yang bertikai di Suriah baru saja menyelenggarakan pertemuan tatap muka di Jenewa yang belum membuahkan hasil nyata.

Pemimpin-pemimpin Arab Saudi juga mengamati dengan seksama perundingan P5+1 dengan Iran terkait perjanjian akhir nuklir. Isu-isu lain mencakup kegelisahan terkait peristiwa di Mesir dimana masih terjadi aksi kekerasan menjelang pemilu baru.

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney, Senin (3/2) ditanya apakah jadwal baru lawatan Presiden Barack Obama ke Arab Saudi itu dimaksudkan untuk memperbaiki situasi antara kedua negara.

“Arab Saudi adalah mitra dekat Amerika dan kita memiliki hubungan bilateral yang luas, dalam serta mencakup beragam bidang, dan Presiden Obama ingin melakukan lawatan ini dimana seluruh bidang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Apapun perbedaan yang mungkin ada, tidak mengubah kenyataan bahwa kemitraan-kemitraan ini sangat penting dan erat,” jelas Jay Carney.

Dalam wawancara dengan surat kabar tahun lalu, mantan kepala inteljen Arab Saudi yang juga mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika, Pangeran Turki Al Faisal mengecam keras kebijakan Amerika di Timur Tengah. Ini difokuskan pada pendekatan Presiden Barack Obama terhadap Suriah, khususnya keputusannya baru-baru ini untuk tidak menggunakan kekuatan militer guna menanggapi serangan senjata kimia pemerintah Suriah dan juga perundingan dengan Iran.

Saat Presiden Obama dan Raja Arab Saudi berbicara melalui telefon bulan November lalu, Gedung Putih mengatakan Presiden Obama “menegaskan kembali komitmen kuat” Amerika pada sahabat dan sekutu-sekutunya di Teluk Arab.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengunjungi Arab Saudi tahun lalu dan bulan Januari lalu sebagai bagian dari upaya untuk menangani keprihatinan Arab Saudi dan membahas upaya-upaya perdamaian di Timur Tengah.

Presiden Barack Obama dijadwalkan bertemu tanggal 14 Februari mendatang dengan Raja Yordania Abdullah di Sunnylands California. Pembicaraan tersebut juga akan memusatkan perhatian pada Suriah, upaya perdamaian Israel-Palestina dan isu-isu lain.
XS
SM
MD
LG