Tautan-tautan Akses

Presiden Obama Akan Dukung Upaya Redam Kekerasan Bersenjata di AS


Presiden AS Barack Obama berbicara pada sebuah konferensi pers di Gedung Putih (28/12). (AP/Charles Dharapak)

Presiden AS Barack Obama berbicara pada sebuah konferensi pers di Gedung Putih (28/12). (AP/Charles Dharapak)

Presiden Amerika Barack Obama berjanji akan “mendukung penuh” upaya-upaya Gedung Putih untuk meredam aksi kekerasan bersenjata di Amerika.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC “Meet the Press” Minggu (30/12), Presiden Barack Obama Obama mengatakan serangan atas sebuah sekolah dasar dua pekan lalu yang menewaskan 20 siswa dan enam orang dewasa lainnya merupakan hari terburuk dalam empat tahun masa kepresidenannya.

Presiden Obama mengatakan akan mendukung usul warga Amerika untuk meningkatkan pemeriksaan latar belakang orang yang ingin membeli senjata dan melarang penjualan senjata serbu dan magasin-magasin amunisi berkapasitas tinggi.

Wakil Presiden Joe Biden akan mengepalai sebuah panel yang membahas peraturan guna mengakhiri penembakan massal di Amerika, di mana hak kepemilikan senjata katanya dijamin oleh konstitusi.

Presiden Obama mengatakan, upaya baru guna meredam pemilikan senjata akan kontroversial, tetapi Amerika harus memutuskan apakah punya tekad kuat untuk menjalankan peraturan yang lebih ketat atau membiarkan kenangan serangan atas sekolah dasar itu sirna seiring berjalannya waktu.

“Pertanyaannya adalah apakah kita benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi atau hal ini hanya menjadi salah satu babak rutin yang mendapat perhatian begitu besar selama beberapa pekan dan kemudian sirna. Bagi saya tidak demikian. Itu merupakan hari terburuk dalam masa kepresidenan saya. Saya tidak menginginkan hal ini terulang lagi,” tegasnya.

Tetapi, Presiden Obama mengatakan ia skeptis dengan desakan dari kelompok pelobi senjata paling berpengaruh di Amerika, Asosiasi Senjata Amerika (NRA), untuk menempatkan penjaga-penjaga bersenjata pada 100.000 sekolah negeri di Amerika.

“Saya skeptis bahwa satu-satunya jawaban adalah menempatkan lebih banyak senjata di sekolah. Saya kira mayoritas warga Amerika skeptis hal ini akan menyelesaikan masalah kita,” ujarnya.

Dalam masalah lain Presiden Obama mengatakan, ada “masalah keamanan diplomatik yang sangat buruk” yang mengakibatkan tewasnya empat warga Amerika, termasuk Duta Besar Chris Stevens, di konsulat Amerika di Benghazi, Libya, 11 September lalu. Ia mengatakan serangan itu masih dalam penyelidikan, tetapi tidak mau mengatakan siapa yang menurut pejabat Amerika melakukan serangan itu.
XS
SM
MD
LG