Tautan-tautan Akses

Presiden Nigeria Tunjuk Panel Khusus Selidiki Kekerasan Selama Pamilu

  • Scott Stearns

Tentara Nigeria berjaga-jaga di luar tempat pemungutan suara di propinsi Kaduna (28/4).

Tentara Nigeria berjaga-jaga di luar tempat pemungutan suara di propinsi Kaduna (28/4).

Kepala panel Nigeria yang menyelidiki kekerasan pemilu bulan lalu mengatakan mengungkapkan penyebab pembunuhan yang terjadi akan membantu mencegah kerusuhan di masa depan.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan menunjuk 22 anggota panel untuk menyelidiki apa yang menyebabkan pembunuhan bulan lalu itu dan bagaimana mencegah terjadinya kekerasan serupa di masa datang.

Ketua panel itu Sheikh Ahmed Lemu mengatakan kelompok tersebut tidak memiliki gambaran betapa besarnya tugas dan tanggung jawab mereka terhadap bangsa Nigeria. Ia mengatakan,“Temuan dan rekomendasi dari penugasan ini, akan diterapkan dengan bijak, ini akan berdampak panjang dalam memberantas tindakan kekerasan yang sulit di cegah tersebut, InsyaAllah.”

Kelompok HAM Nigeria mengatakan sedikitnya 500 orang tewas dalam bentrokan antara Muslim dan Kristen ketika pendukung calon presiden oposisi, Muhamadu Buhari yang seorang muslim membuat kerusuhan setelah Presiden Jonathan yang beragama Kristen ditetapkan sebagai pemenang pemilu.

Presiden Jonathan telah mengupayakan keseimbangan keagamaan dalam penyelidikan yang menurutnya akan dilakukan oleh orang-orang Nigeria yang memiliki integritas, patriotisme dan komitmen tinggi terhadap keadilan. Meskipun Lemu yang seorang cendekiawan Islam sebagai ketua, wakilnya, Samson Uwaifo yang mantan ketua mahkamah agung beragama Kristen.

Lemu mengatakan panel itu mulai bekerja pada saat tekanan nasional begitu besar. Lebih lanjut ia mengatakan,“Kami sangat menghargai tanggungjawab besar di bebankan kepada pemerintah federal, khususnya dalam mengambil langkah-langkah yang memadai untuk menentukan dan memberitahukan bangsa dan mitra internasional kami bagaimana terjadinya kejadian tersebut dan mereka yang terbukti bersalah dihadapkan pada hukum.”

Lemu mengatakan adalah meresahkan bahwa kekerasan tersebut terjadi disekitar pemilihan umum yang diakui secara luas baik oleh pengamat lokal maupun internasional yang disebut sebagai pemilu yang paling transparan dalam sejarah Nigeria. "Sekali lagi, bangsa Nigeria dihadapkan dengan serangkaian peristiwa tragis dan traumatis menyebabkan kesusahan yang besar bagi banyak orang di berbagai tempat. Tindakan kekerasan , pembantaian, dan perusakan perumahan ini lebih menyedihkan karena pelaku semua itu adalah orang Nigeria sendiri," ujar Lemu.

Buhari telah menjauhkan diri dari kekerasan yang dilakukan oleh pendukungnya. Namun pihaknya menggugat pemilihan Presiden Jonathan di pengadilan, menyatakan bahwa hasilnya dicurangi oleh komputer komisi pemilihan yang mengakibatkan bertambahnya jumlah suara bagi Jonathan secara total di wilayah selatan dan berkurangnya total suara untuk Buhari di wilayah utara.

XS
SM
MD
LG