Tautan-tautan Akses

Presiden Myanmar Sangkal Kerusuhan Etnis


Presiden Myanmar Thein Sein saat diwawancari oleh reporter VOA, Than Lwin Htun (Foto: dok).

Presiden Myanmar Thein Sein saat diwawancari oleh reporter VOA, Than Lwin Htun (Foto: dok).

Organisasi-organisasi HAM mengungkapkan, sebagian besar warga dari kelompok minoritas itu sangat dibatasi gerak mereka di hampir semua hajat hidup sehari-hari, termasuk pendidikan dan perkawinan.

Dalam wawancara eksklusif dengan Seksi Bahasa Burma VOA, Presiden Myanmar, Thein Sein, dengan keras menyangkal adanya kerusuhan etnis menyangkutmasyarakat minoritas Muslim Rohingya. Ia mengatakan, itu "hanyalah cerita media tentang manusia perahu yang melarikan diri dari penyiksaan.”

Komentar presiden tersebut sangat kontras dengan laporan PBB yang menyebutkan hampir 140 ribu warga Rohingya tetap terlantar di kamp-kamp pengucilan setelah bentrokan maut dengan warga Buddha setempat tahun 2012. Lebih dari 100 ribu orang melarikan diri dari Myanmar dengan perahu ke Malaysia dan Thailand.

Organisasi-organisasi HAM mengungkapkan, sebagian besar warga dari kelompok minoritas itu sangat dibatasi gerak mereka di hampir semua hajat hidup sehari-hari, termasuk pendidikan dan perkawinan. Berbagai masalah politik di Myanmar sama peliknya seperti konflik etnis yang mengoyak negara yang masih rapuh itu.

Partai oposisi “Liga Nasional bagi Demokrasi,” pimpinan Aung San Suu Kyi, ingin mengubah konstitusi berkenaan hambatan seseorang untuk menjadi presiden, jika suami atau isteri serta anak-anak mereka adalah warga negara asing. Mendiang suami Aung San Suu Kyi adalah warga Inggris, demikian pula kedua puteranya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG