Tautan-tautan Akses

Presiden Minta FPI Stop Kekerasan Atas Nama Islam


Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI). (Foto: AP)

Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI). (Foto: AP)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Front Pembela Islam (FPI) untuk menghentikan aksi-aksi kekerasan dan main hakim sendiri.

Menyusul adanya bentrokan antara Front Pembela Islam (FPI) dengan warga di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kelompok itu untuk menghentikan aksi-aksi kekerasan dan main hakim sendiri.

Berbicara saat menghadiri acara buka puasa bersama anak yatim piatu di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu malam (21/7), Presiden menyesalkan aksi-aksi kekerasan yang muncul itu mengatasnamakan agama.

“Harus dicegah konflik atau benturan horizontal, dan dicegah untuk tidak ada elemen dari manapun juga termasuk FPI yang melakukan aksi-aksi kekerasan dan pengrusakan. Di negeri tercinta ini, ada hukum dan tatanan yang berlaku. Tidak boleh ada elemen manapun yang menjalankan hukum di tangannya sendiri kecuali penegak hukum,” ujarnya.

“Singkatnya, tidak boleh main hakim sendiri. Apalagi kalo aksi-aksi kekerasan dan tindakan pengrusakan itu mengatasnamakan agama.”

Presiden mengecam adanya kelompok masyarakat yang melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan agama Islam, karena Islam, menurutnya, melarang adanya tindakan main hakim sendiri.

“Kalau yang diatasnamakan agama Islam, (aksi kekerasan) justru bertentangan dengan ajaran Islam. Islam tidak identik dengan kekerasan. Islam tidak identik dengan main hakim sendiri. Islam juga tidak identik dengan pengrusakan-pengrusakan,” ujar Presiden Yudhoyono.

“Sangat jelas, kalau ada elemen-elemen yang melakukan itu dan mengatasnamakan Islam, justru mencederai Islam.. Memalukan agama Islam.”

Presiden menegaskan, sebagai seorang muslim, ia sangat berkeberatan kalau agama Islam disalahtafsirkan dan juga disalahgunakan. Ia mengingatkan, Islam menyukai kedamaian dan kasih sayang di antara sesama.

Terkait bentrokan antara FPI dengan warga di Sukorejo, Jawa Tengah, pada Kamis (18/7), Presiden Yudhoyono meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia agar menindak tegas pelaku bentrokan yang mengakibatkan tewasnya satu orang.

Terkait pernyataan Presiden, Ketua Front pembela Islam Rizieq Shihab dalam rilisnya menjelaskan FPI tidak melakukan aksi ‘sweeping’ atau razia di Kendal. Yang ada, menurut Rizieq adalah monitoring damai di bulan Ramadhan atas keberadaan tempat hiburan.

Bentrokan tersebut berawal saat rombongan FPI dari Temanggung, Magelang, dan Yogyakarta berniat untuk melakukan razia tempat hiburan di Kendal.

Warga yang tidak terima, kemudian melawan hingga rombongan FPI tersudut di Masjid Besar Sukorejo. Massa FPI baru bisa diselamatkan setelah polisi dan militer mengerahkan personel mereka untuk mengevakuasi.

Satu orang tewas dalam peristiwa itu dan empat mobil yang ditumpangi rombongan FPI dirusak massa. Kepolisian Resort Kendal telah menetapkan tujuh tersangka dalam peristiwa ini, yaitu tiga orang dari FPI dan empat warga setempat.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG