Tautan-tautan Akses

Presiden Minta Capres yang Kalah Ikhlas


Kandidat presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Kandidat presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Presiden mengatakan ia juga berharap agar capres yang kalah bisa berbesar hati dengan memberikan selamat kepada capres yang menang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ia berharap ada keikhlasan dari salah satu calon presiden jika ternyata kalah dalam pertarungan pemilihan presiden 2014.

Dalam sebuah kegiatan di Jakarta Senin (21/7), Presiden mengatakan ia juga berharap agar capres yang kalah bisa berbesar hati dengan memberikan selamat kepada capres yang menang.

"Mengakui kekalahan itu mulia. Mengucapkan selamat kepada yang menang itu indah. Allah itu Maha Besar. Ketika kita kalah, kita mesti tawakal, ikhlas dan ya memang kalah. Lalu mengucap selamat kepada yang berhasil. Maka Allah akan kasihkan nanti kepada tokoh itu atau pihak yang kalah, kemuliaan," ujarnya.

Presiden menambahkan rakyat Indonesia ingin pilpres ini berlangsung damai. Situasi damai sejak pemilihan legislatif 9 April lalu, menurut Presiden, harus tetap terjaga, hingga nanti pelantikan Presiden hasil pilihan rakyat pada Oktober mendatang.

"Pilpres 2014 ini ketat. Kita juga tahu kampanyenya keras. Nah, menjelang besok 22 Juli KPU akan mengumumkan hasil pemungutan suara, kita melihat ketegangan di beberapa kalangan. Tapi, rakyat Indonesia tidak demikian. Lebih sejuk dan damai. Rakyat ingin, situasi damai yang kita dapatkan selama pilpres 2014 ini tetap dapat dijaga," ujarnya.

Presiden juga mengingatkan jika ada pihak yang tidak menerima hasil hitung resmi Komisi Pemilihan Umum, maka sebaiknya menempuh jalur yang sesuai konstitusi, yakni melalui Mahkamah Konsitusional.

Meski menuai protes dari tim salah satu pasangan calon, namun KPU tetap akan mengumumkan hasil pemilihan presiden seusai dengan jadwal. KPU menjadwalkan selambat-lambatnya penetapan capres dan cawapres digelar Selasa (22/7). Rencananya, kedua pasang capres cawapres akan diundang oleh KPU, untuk menghadiri pengumuman hasil pilpres 2014.

Sementara itu, sebanyak 3.400 lebih aparat keamanan gabungan kepolisian, milier dan pengamanan sipil akan melakukan pengamanan ekstra ketat di gedung KPU Jakarta saat pengumuman hasil pemilihan presiden 2014.

Pengamanan itu dilakukan secara berlapis, mulai dari gerbang masuk halaman gedung KPU, ruang lobi hingga ruang utama rapat di lantai dua gedung KPU. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga memberlakukan pengalihan arus lalu lintas yang berada di sekitar gedung KPU di Jalan Imam Bonjol Jakarta. Kepolisian juga membagi pasukannya di beberapa wilayah strategis di Jakarta termasuk di perbatasan provinsi untuk antisipasi pengamanan.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman memastikan anggota kepolisian sudah siaga di pos nya masing-masing, untuk mengantisipasi adanya situasi yang tidak aman.

"Kita Polri sudah siaga seluruhnya. Anggota kita sudah di posnya masing-masing untuk pengamanan. Ini semua sudah dilakukan dari sejak awal tahapan pemilu," ujarnya.

XS
SM
MD
LG