Tautan-tautan Akses

Presiden Lantik Budi Gunawan sebagai Kepala BIN


Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan (kiri) bersama pendahulunya Sutiyoso di Istana Negara (9/9). (Biro Pers Kepresidenan)

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan (kiri) bersama pendahulunya Sutiyoso di Istana Negara (9/9). (Biro Pers Kepresidenan)

Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara Jumat (9/9) di Istana Negara, Jakarta.

Nama Budi Gunawan menjadi satu-satunya yang dicalonkan Presiden yang diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada pekan lalu, menggantikan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Sutiyoso.

Beberapa saat sebelum acara pelantikan, Sutiyoso mengatakan, dirinya menerima keputusan Presiden dan meyakini bahwa ini adalah keputusan terbaik yang dikeluarkan oleh Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI.

"Ya, saya itu prajurit, itu yang pertama. Ini kan perintah dari Panglima Tertinggi TNI, yaitu Presiden. Jadi, saya itu nyaris nda ada masalah, karena bagi saya jabatan itu kan amanah yang sifatnya temporer. Artinya bisa dicabut kapan saja oleh si pemberi amanah. Tentu keputusan Presiden ini sudah dipertimbangkan matang-matang, dan pasti juga sudah dikonsultasikan kiri kanan. Sehingga itu dianggap keputusan terbaik. Saya mendukungnya, saya menerima," kata Sutiyoso.

Sutiyoso berpendapat, Budi Gunawan dapat membawa BIN lebih profesional dan disegani oleh negara lain.

"BG (Budi Gunawan) ini kan kita tahu salah satu polisi terbaik yang kita miliki. Jadi dengan kapasitas seperti itu saya yakin dia bisa membawa BIN ini ke depan tentunya lebih profesional dan disegani oleh negara lain. Itu harapan saya," lanjutnya.

Sutiyoso mengatakan, dirinya sudah menyampaikan beberapa hal terkait kerja BIN dalam waktu dekat diantaranya soal penguatan personil BIN dan persIapan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah 2017.

"Tetapi saya minta masyarakat jangan terlalu berlebihan. Misalnya meminta BIN harus semua tahu. Itu nggak mungkin lah. Di Amerika saja nggak seperti itu. Apalagi kita ini 250 juta lebih (penduduk). Masyarakat tidak tau persis kondisi BIN seperti apa. Personelnya 50 persen saja tidak ada. Itu sudah saya beri informasi kepada saudara BG. Agar ke depan terus dilengkapi personil itu untuk menghadapi pilkada 2017 ini harus mendekati 50 persen," lanjutnya.

DPR hari Rabu menyetujui Budi Gunawan sebagai Kepala BIN setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR. Ketua Komisi I DPR, Abdul Haris Almasyhari menyatakan, Budi Gunawan layak menjabat sebagai Kepala BIN.

Sementara itu, Budi memastikan, lembaga BIN hanya akan memberikan informasi data intelijen kepada Presiden sebagai salah satu dasar pengambilan kebijakan Presiden.

"Sebagai mata dan telinga Presiden dan Pemerintah. Kemudian yang kedua sesuai dengan undang-undangnya. BIN mempunyai single client yaitu Presiden. Tentu semua informasi yang dikumpulkan dan diolah harus secara cepat tepat dan akurat bisa di sampaikan kepada bapak Presiden sebagai dasar pengambilan keputusan," lanjutnya.

Sebelum dilantik sebagai Kepala BIN, Budi Gunawan menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Jabatan lainnya yang pernah didudukinya, antara lain Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Kapolda Bali, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri, Kapolda Jambi, serta pernah menjadi ajudan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. [ii]

XS
SM
MD
LG