Tautan-tautan Akses

Presiden Lantik Budi Bowoleksono Sebagai Dubes RI untuk AS


Presiden SBY melantik delapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia, diantaranya Budi Bowoleksono sebagai Dubes RI untuk Amerika Serikat, di Istana Negara, Jakarta, 14 Februari 2014 (VOA/Andylala)

Presiden SBY melantik delapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia, diantaranya Budi Bowoleksono sebagai Dubes RI untuk Amerika Serikat, di Istana Negara, Jakarta, 14 Februari 2014 (VOA/Andylala)

Susilo Bambang Yudhoyono melantik delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia, di antaranya Budi Bowoleksono, Dubes RI untuk Amerika Serikat, Jumat (14/2).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta, Jumat (14/2).

Surat Keputusan Presiden no.3 tahun 2014, sebagaimana yang dibacakan Kepala Protokol Negara, menyatakan pengangkatan Budi Bowoleksono sebagai Duta Besar Luar Biasa Penuh RI untuk Amerika Serikat berkedudukan di Washington DC. Budi Bowoleksono, mantan Sekjen Kementerian Luar Negeri, menggantikan Dino Patti Djalal yang tengah berkonsentrasi untuk mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.

Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, kepada VOA memastikan bahwa Duta Besar Budi Bowoleksono mampu lebih meningkatkan hubungan kerjasama Indonesia Amerika Serikat untuk ke depannya.

"Saya sudah kenal lama, sejak saya masuk Kementrian Luar Negeri. Beliau senior saya kalau tidak salah dua tahun di atas saya. Beliau dikenal sebagai diplomat yang terbaik di angkatannya. Dan setelah bertahun-tahun beliau telah membuktikan diri sebagai orang yang cerdas, piawai dan profesional. Saya senang sekali melihat Bowoleksono telah dilantik sebagi Dubes kita di Amerika Serikat. Dan saya yakin hubungan Amerika-Indonesia kedepannya akan semakin meningkat," kata Dino Patti Djalal.

Dino menambahkan sejak Deklarasi Kemitraan Komprehensif, hubungan Indonesia-Amerika terus meningkat. Hal ini menurutnya yang harus dijaga oleh Budi Bowoleksono selaku Duta Besar Indonesia untuk Amerika yang baru.

"Saya rasa yang paling penting adalah menjaga momentum hubungan. Hubungan Indonesia Amerika telah berubah sejak Deklarasi Kemitraan Komprehensif yang ditandatangani oleh Presiden Yuhoyono dan Presiden Barack Obama. Sejak itu hubungan telah berubah dan terus meningkat. Dan menjaga momentum hubungan ini merupakan tugas utama dari dubes Budi Bowoleksono," kata mantan Dubes AS Dino Patti Djalal.

Para dubes yang dilantik selain Budi Bowoleksono untuk Amerika Serikat, adalah Irmawan Emir Wisnandar yang bertugas untuk Republik Demokratik Rakyat Laos berkedudukan di Vientine. Moenir Ari Soenanda untuk Republik Peru merangkap negara Plurinasional Bolivia, berkedudukan di Lima.

Selanjutnya, Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Ito Sumardi untuk Republik Uni Myanmar berkedudukan di Rangoon. Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Johny Lumintang untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau yang berkedudukan di Manila.

Lalu Abdurrahmad Mohammad Fachir untuk Kerajaan Arab Saudi. Burhanudin untuk Republik Sudan yang juga merangkap negara Eritrea. Serta Suprapto Martosetomo yang akan ditempatkan untuk Republik Afrika Selatan merangkap Kerajaan Lesotho, Kerajaan Swaziland dan Republik Bostwana.

Hadir dalam acara pelantikan itu Wakil Presiden Boediono, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan para menteri kabinet Indonesia Bersatu II, para kepala staf angkatan serta Kapolri.
XS
SM
MD
LG