Tautan-tautan Akses

Presiden Korsel di Beijing untuk Bahas Masa Depan Semenanjung Korea

  • Stephanie Ho

Presiden Tiongkok Hu Jintao (kiri) menyambut kunjungan Presiden Korsel, Lee Myung-bak dalam upacara kehormatan di Beijing (9/1).

Presiden Tiongkok Hu Jintao (kiri) menyambut kunjungan Presiden Korsel, Lee Myung-bak dalam upacara kehormatan di Beijing (9/1).

Tiongkok menyambut baik kunjungan tiga hari Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak untuk mempererat hubungan kedua negara dan membicarakan masa depan semenanjung Korea setelah kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong Il, bulan lalu.

Presiden Tiongkok Hu Jintao secara resmi menyambut baik Presiden Korea Selatan Lee Myung di Beijing hari Senin. Juru bicara Kementrian Luar Negeri Tiongkok Liu Weimin mengatakan Tiongkok menganggap kunjungan pemimpin Korea Selatan itu penting.

Liu Weimin mengatakan, Tiongkok dan Korea Selatan adalah tetangga penting dan telah membentuk apa yang disebutnya kemitraan strategis. Ia juga mengatakan Tiongkok sudah menjadi rekan dagang penting Korea Selatan.

Cai Jian, Wakil Ketua Pusat Studi-studi Korea di Fudan University di Shanghai mengatakan waktu kunjungan Presiden Lee ini penting.

Menurut Cai Jian, hubungan Tiongkok-Korea Selatan bisa diuntungkan oleh kematian Kim Jong Il baru-baru ini karena “akan memberi kedua negara ruang kerjasama yang lebih luas” dalam menjaga stabilitas semenanjung Korea.

Sejak beberapa dekade, Tiongkok sudah menjadi salah satu sekutu diplomatik terdekat Korea Utara.

Cai menambahkan, alasan lainnya ketidak percayaan antara Tiongkok dan Korea Selatan, ada kaitannya dengan pandangan pemerintah Tiongkok bahwa aliansi Korea Selatan dengan Amerika mengancam kepentingan Tiongkok.

Menurutnya, Tiongkok menganggap Korea Selatan mendukung dan mengikuti Amerika dari pada Tiongkok dan cenderung berpihak pada Amerika dalam perselisihan di kawasan itu. Cai juga mengatakan Tiongkok memandang aliansi semacam ini berpotensi mengganggu keseimbangan kekuatan di kawasan itu.

Sementara, juru bicara pemerintah Tiongkok mengatakan, kedua pihak sama-sama berkepentingan menjaga perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea serta mempercepat dimulainya kembali perundingan enam pihak untuk membujuk Korea Selatan meninggalkan program senjata nuklirnya.

Tiongkok menjadi tuan rumah perundingan enam pihak, mencakup Amerika, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang dan Russia. Perundingan itu macet sejak tahun 2009 tapi juru bicara Tiongkok menyebut “momentum baru” bagi Tiongkok dan Korea Selatan untuk “meningkatkan kontak” dan memulai kembali perundingan sesegera mungkin.

Pemimpin Korea Selatan itu dijadwalkan bertemu dengan petinggi Parlemen Tiongkok Wu Bingguo dan Perdana Menteri Wen Jiabao serta menghadiri pertemuan dengan para pemimpin usaha Korea Selatan di Tiongkok sebelum meninggalkan negara itu hari Rabu.

XS
SM
MD
LG