Tautan-tautan Akses

Presiden Korsel Berkunjung ke Iran


Presiden Park Geun-hye melambaikan tangan menuju ke Tehran. Seoul, Korsel.

Presiden Park Geun-hye melambaikan tangan menuju ke Tehran. Seoul, Korsel.

Presiden Korea Selatan mengatakan kunjungan 3-hari itu bahwa dia akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani mengenai Semenanjung Korea dan cara-cara meningkatkan hubungan bilateral.

Presiden Korea Selatan telah tiba di Teheran hari Minggu untuk pertemuan puncak pertama antara kedua negara sejak mereka menegakkan hubungan diplomatik tahun 1962.

Kantor Presiden Park Geun-hye mengatakan sebelum kunjungan 3-hari itu bahwa dia akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani mengenai Semenanjung Korea dan cara-cara meningkatkan hubungan bilateral.

Kantor berita resmi Iran IRNA mengatakan Rouhani akan mengadakan upacara penyambutan hari Senin. IRNA mengatakan lebih dari 230 pimpinan perusahaan menyertai Park dalam kunjungannya.

Iran sedang berusaha berintegrasi dengan tata keuangan sedunia dan meningkatkan hubungan dengan negara-negara lain sejak sanksi yang berhubungan dengan nuklir dicabut bulan Januari berdasarkan persetujuan bersejarah dengan negara-negara kuat dunia.

Korea Selatan yang sangat membutuhkan energi itu, importir minyak mentah yang ke-5 terbesar di dunia, pernah sebagai pembeli terbesar minyak Iran, tetapi impor kemudian jatuh sebagai akibat sanksi.

IRNA mengatakan perdagangan antara kedua negara saat ini $ 6,1 milyar, dan bahwa Teheran ingin meningkatkannya ke $ 17,4 milyar, tingkat yang terakhir dicapai tahun 2011, sebelum sanksi yang berhubungan dengan nuklir dikenakan.

Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zangeneh mengatakan Iran telah menaikkan ekspor migasnya ke Korea Selatan menjadi 400 ribu barel per hari, peningkatan 4 kali lipat sejak persetujuan nuklir dilaksanakan bulan Januari.

Korea Selatan menegakkan hubungan diplomatik tahun 1962 tetapi kepala negara mereka belum pernah mengadakan pembicaraan bilateral, menurut kantor Park.

Iran dan Korea Utara, yang menegakkan hubungan diplomatik tahun 1973, telah lama dicurigai mitra erat dalam teknologi senjata. Korea Utara telah dikenakan sanksi PBB yang lebih berat karena percobaan nuklirnya yang ke-4 dan peluncuran roket jarak-jauh sebelumnya tahun ini.

Iran membantah berusaha memperoleh senjata atom, dan selalu mengatakan program nuklirnya adalah untuk tujuan yang murni sipil seperti pembangkitan tenaga listrik dan penelitian kedokteran. [gp]

XS
SM
MD
LG