Tautan-tautan Akses

Presiden Korsel Bela Keputusan Penempatan Sistem Pertahanan Misil


Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye (Foto: dok).

Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye (Foto: dok).

Dalam pidato tahunannya, Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mengatakan Korea Selatan tidak akan mengalah pada tekanan dari luar mengenai masalah keamanan nasional.

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye membela keputusannya untuk menempatkan system pertahanan misil THAAD dan memberi penekanan baru mengenai pelanggaran hak azasi manusia Korea Utara dalam pidatonya ke seluruh negara itu hari Senin.

Dalam pidato tahunannya untuk memperingati hari ulang tahun ke-71 pembebasan semenanjung Korea pada akhir Perang Dunia Kedua, Presiden Park mengatakan Korea Selatan tidak akan mengalah pada tekanan dari luar mengenai masalah keamanan nasional.

“Kita sebaiknya jangan berpikir bahwa nasib kita akan ditentukan oleh hubungan dinamis negara-negara kuat di sekeliling kita. Kita harus membuang mentalitas korban dan pikiran yang pesimistis,” katanya.

Park tidak menyebut langsung tentang tentangan dan ancaman tersamar pembalasan ekonomi dari China atas penempatan sistem pertahanan THAAD Amerika atau Terminal High-Altitude Area Defense yang disetujui oleh Korea Selatan baru-baru ini.

China dan Rusia telah menyatakan keprihatinan bahwa THAAD dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan Amerika di kawasan itu dan bahwa system radarnya yang kuat akan digunakan untuk memantau kegiatan militer mereka di Asia timur laut.

Presiden Korea Selatan itu juga tidak menyebut para penentang di Korea Selatan yang tinggal dekat tempat yang direncanakan untuk THAAD. Mereka mengatakan ini akan membuat daerah mereka menjadi sasaran serangan misil Korea Utara. [gp]

XS
SM
MD
LG