Tautan-tautan Akses

Presiden Jokowi Tangguhkan Kunjungan ke Australia


Suasana aksi unjuk rasa memprotes gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait penistaan agama di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 4 November 2016. (REUTERS/Beawiharta)

Suasana aksi unjuk rasa memprotes gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait penistaan agama di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 4 November 2016. (REUTERS/Beawiharta)

Kementerian Luar Negei mengatakan Presiden Joko Widodo akan menangguhkan kunjungannya karena “perkembangan saat ini mengharuskan presiden berada di Indonesia.”

Presiden Indonesia telah membatalkan kunjungan ke Australia setelah demonstrasi besar menentang seorang gubernur yang dituduh menistakan agama Islam pecah menjadi kekerasan di Jakarta. Satu orang tewas dan sedikitnya 160 orang luka-luka dalam kekerasan hari Jumat (4/11). Sepuluh orang ditangkap.

Kementerian Luar Negei mengatakan Presiden Joko Widodo akan menangguhkan kunjungannya karena “perkembangan saat ini mengharuskan presiden berada di Indonesia.” Kunjungan tersebut semula direncanakan akan dimulai hari Minggu dan berakhir hari Selasa.

Protes tersebut dilancarkan terhadap Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), seorang etnik Tionghoa dan minoritas Kristen, yang dituduh menghina agama. Ia dilaporkan dengan nada bergurau berbicara kepada hadirin mengenai ayat al Quran yang dapat ditafsirkan melarang Muslim menerima non-Muslim sebagai pemimpin.

Puluhan ribu orang menghadiri demonstrasi itu, yang berjalan damai sampai kemudian sebagian demonstran bentrok dengan polisi malam harinya. Beberapa kendaraan dibakar.

Purnama telah meminta maaf atas ucapannya, tetapi sebagian kaum Muslim garis keras tetap menuntut penangkapannya atas dugaan menghina tersebut. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG