Tautan-tautan Akses

Presiden Jokowi: Stok Bahan Pangan Aman Hingga Mei Tahun Depan

  • Yudha Satriawan

Presiden Jokowi memberi makan ikan di lahan persawahan di Boyolali, Sabtu, 29 Oktober 2016 (Foto: VOA/Yudha)

Presiden Jokowi memberi makan ikan di lahan persawahan di Boyolali, Sabtu, 29 Oktober 2016 (Foto: VOA/Yudha)

Presiden menghadiri perayaan Hari Pangan Sedunia yang dipusatkan di Boyolali, Jawa Tengah. Presiden menegaskan Indonesia sedang fokus untuk meningkatkan ketersediaan stok bahan pangan menghadapi dampak cuaca ekstrim.

Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan hari Pangan Sedunia dengan memantau langsung proses panen raya padi di Boyolali, Jawa tengah, Sabtu siang (29/10).

Presiden juga berdialog dengan sejumlah petani yang menggunakan lahan sawahnya untuk menanam padi dan beternak ikan atau model minapadi. Di sela-sela acara, Presiden Jokowi menegaskan Indonesia sedang fokus menggenjot ketersediaan bahan pangan menghadapi cuaca ekstrim hingga awal tahun depan.

Presiden Jokowi mengungkapkan sampai akhir tahun tidak akan impor bahan pangan karena stok saat ini 1,89 juta ton yang diprediksi bertahan hingga Mei tahun depan. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya 1,3 juta ton.

“Jumlah itu mampu bertahan sampai bulan Mei tahun depan. Saya kira. Saya kira lebih baik kita memperbesar stok bahan pangan dulu.baru kita akan berbicara peluang ekspor bahan pangan.meskipun saat ini ekspor bahan pangan berkualitas baik masih dilakukan sejak tahun lalu,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat mendampingi Presiden Jokowi mengatakan pemerintah sedang mengembangkan inovasi bibit bahan pangan varietas baru yang mampu bertahan dalam cuaca ekstrim. Menurut Amran, pemerintah juga membidik peluang ekspor bahan pangan organik.

“Kedelai sangat terpengaruh cuaca, apalagi saat ini terjadi La Nina datang, kedelai tidak tahan dengan musim hujan.sedangkan cabai selain karena cuaca ekstrim juga rantai distribusi yang terlalu panjang. Kita punya 200-an varietas baru bibit bahan pangan. Bahkan kita kembangkan inovasi bibit unggul varietas baru yang mampu bertahan dbawah air hingga dua minggu. Kena banjir dua minggu masih tahan," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Dengan segala upaya kita siapkan untuk menghadapi segala situasi yang ada sekarang ini, perubahan iklim yang begitu cepat harus teknologi bergerak cepat menyelesaikan persoaalan yang ada sekarang, setelah swasembada pangan tercapai, ke depan kita coba di peluang ekspor bahan pangan organik di luar negeri memang menjanjikan. Ini lebih cepat dan bisa mengangkat pertanian memberi nilai tinggi. Contoh beras organik di luar negeri harga enam dolar AS,” imbuhnya.

Selama ini pemerintah mengklaim hasil produk pertanian padi dalam satu hektar mampu 10-11 ton akan digenjot menjadi 13 ton per hektar. Produksi bahan pangan yang produksinya meningkat dan ekspor antara lain jagung, padi, bawang, dan cabai.

Cuaca ekstrim akibat La Nina berupa hujan di musim kemarau penghujung tahun berdampak pada produksi hasil pertanian. Harga bahan pangan di berbagai daerah mulai melonjak antara lain cabai mencapai 30-60 persen, daging ayam 3-5 persen, gula pasir lima persen, daging sapi masih stabil tinggi di atas 100 ribu rupiah per kilogram. [ys/gp]

XS
SM
MD
LG