Tautan-tautan Akses

Presiden Jokowi Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Mina


Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal di kantor Kemlu RI Jakarta, Jumat 25 September 2015 (Foto: VOA/Andylala)

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal di kantor Kemlu RI Jakarta, Jumat 25 September 2015 (Foto: VOA/Andylala)

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal mengatakan dalam insiden Mina, korban asal Indonesia tiga orang tewas dan satu orang dalam kondisi kritis.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya insiden saat pelemparan jumrah di Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9). Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Muhamad Iqbal di kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) Jakarta, Jumat (25/9) mengatakan, Presiden berharap tidak ada penambahan jumlah korban dari WNI dalam peristiwa ini.

"Presiden Jokowi sudah mengetahui kejadian ini dan menyampaikan keprihatinan masalah ini. Presiden berharap, jumlah WNI yang menjadi korban di dalam kejadian ini tidak akan bertambah," jelas M.Iqbal.

Muhamad Iqbal menjelaskan dari informasi terakhir korban tewas asal Indonesia dalam kejadian itu ada tiga orang. Dan satu orang lagi WNI dalam keadaan luka parah.

"Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) berjenis kelamin laki-laki dan berasal Kelompok terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 48 yang tinggal di tenda Maktab 2. Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun). Hamid Sedangkan Busyaiyah ‎yang berasal dari Kloter Batam (BTH) 14 yang tinggal di Maktab 1. Korban tewas ketiga asal Indonesia adalah jamaah laki-laki yang belum diketahui identitasnya. Namun dari gelang yang digunakan menunjukan bahwa almarhum ada indikasi lelaki tersebut berasal dari Probolinggo Jatim. Dan 1 lagi korban dalam keadaan luka serius dan dalam kondisi kritis di rumah sakit An Nur. Dan sampai saat ini kita belum mendapatkan identitasnya, karena kita masih memprioritaskan untuk penanganan keselamatan yang bersangkutan.

Pemerintah Indonesia lanjut Muhamad Iqbal memastikan, lokasi yang menjadi tempat insiden itu berada di Jalan Arab 204, yang merupakan bukan jalur yang biasa digunakan jemaah haji asal Indonesia melontar jumrah. Iqbal menjelaskan, Jalan Arab 204 berada lebih dari 500 meter dari Jalan King Fadh yang biasa dilalui jemaah Indonesia.

"Panitia haji sejak awal sudah memberikan arahan supaya WNI tidak melalui jalur-jalur tersebut. Dan bahkan sudah memberikan arahan mengenai jam-jam yang direkomendasikan bagi WNI untuk melaksanakan ritual untuk melempar jumrah di Aqobah. Namun selalu saja ada kemungkinan-kemungkinan karena satu dan lain hal. Kita akan mengetahui lanjut kenapa sampai ada WNI di tempat tersebut. Mungkin saja karena tersesat. Karena ada juga jamaah kita yang tidak memahami lokasi tersebut," kata M.Iqbal.

Seputar munculnya berbagai spekulasi penyebab insiden yang menyebabkan lebih dari 700 orang tewas dan 800 orang lainnya luka-luka itu, Pemerintah Indonesia tambah Iqbal berharap agar publik memberikan kesempatan bagi pemerintah Arab Saudi untuk menginvestigasi musibah ini.

"Kami mengimbau agar memberikan kesempatan lebih luas bagi Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan investigasi. Dan pada saat yang sama memberikan penanganan yang terbaik bagi para korban," lanjutnya.

Tragedi Mina terjadi pada Kamis (24/9) pukul 07.00 pagi waktu setempat atau sekitar pukul 11.WIB. Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang diterima VOA, peristiwa itu terjadi diawali oleh sekelompok jamaah yang berhenti tiba-tiba sehingga mengakibatkan penumpukan. Dari informasi terakhir, ada lebih dari 700 orang tewas dan 800 orang lainnya luka-luka dari peristiwa itu. Sebagian korban adalah warga negara Mesir dan Afrika. [aw/eis]

Untuk memudahkan masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui perkembangan terkait Tragedi Mina, Kemlu RI telah membuka nomor hotline, yaitu 081289009045. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga menyiapkan nomor hotline bagi keluarga jemaah asal Indonesia yang ingin mendapatkan informasi seputar kejadian itu di nomor +966543603154.

XS
SM
MD
LG