Tautan-tautan Akses

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Pahlawan di Surabaya

  • Petrus Riski

Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November di Surabaya. (VOA/Petrus Riski)

Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November di Surabaya. (VOA/Petrus Riski)

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November, di halaman Monumen Tugu pahlawan di Surabaya.

Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat mewarisi semangat para pahlawan, yang telah berjuang meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia hingga berusia 70 tahun.

Jokowi menegaskan bahwa perjuangan dan jasa besar para pahlawan yang telah gugur, harus dijadikan dasar bagi semua masyarakat untuk mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang lebih baik.

“Semangat itu yang harus kita warisi, tanggungjawab ada di pundak kita semuanya untuk meneruskan perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian para pahlawan guna membangun masa depan bangsa dan negara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,” ujar Jokowi.

Presiden Joko Widodo juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama pemerintah, mewujudkan pembangunan ekonomi, sosial dan budaya yang semakin maju, dengan mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang dapat membawa pada perpecahan.

“Saat ini Indonesia sedang berada di awal perubahan, perubahan ke arah penguatan fondasi pembangunan nasional, perubahan agar pembangunan yang kita jalankan membawa kemakmuran rakyat, perubahan ke arah Indonesia sentris, bukan sekedar Jawa sentris. Perubahan ke arah kebebasan berpendapat yang konstruktif dan merajut persatuan nasional, bukan menghasut konflik horisontal dan menciptakan histeria publik. Perubahan ke arah penghargaan pada hak asasi manusia, perangi korupsi dan pemberantasan kemiskinan,” tambahnya.

Kehadiran Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan di Surabaya, merupakan yang pertama sepanjang sejarah peringatan Hari Pahlawan di Indonesia. Selama ini Presiden selalu memimpin peringatan Hari Pahlawan di Jakarta, meski Hari Pahlawan dikenal karena pertempuran dan perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan, dimulai dari Kota Surabaya.

Menurut Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, dipusatkannya peringatan Hari Pahlawan di Surabaya bertujuan untuk merevitalisasi memori dan nilai-nilai bangsa, terkait perjuangan para pahlawan yang telah gugur bagi bangsa dan negara. Khofifah tidak menampik, bila Jokowi akan meneruskan tradisi peringatan Hari Pahlawan di Surabaya.

“Ya mudah-mudahan ada ruang dimana Presiden dengan berbagai macam kesibukannya bisa berkenan untuk menjadi Irup (Inspektur Upacara) di Hari Pahlawan di Kota Pahlawan, pentingnya adalah untuk melakukan revitalisasi terhadap seluruh memori bangsa ini, bahwa ada yang berjuang luar biasa sampai kita mendapatkan kemerdekaan. Ketika kita sudah merebut kemerdekaan maka mengisinya juga harus dilakukan dengan bergandengan tangan, kerja keras dan profesionalisme semua pihak,” kata Khofifah.

Veteran Pembela Kemerdekaan, Eko Pranoto, menyambut baik peringatan Hari Pahlawan di Surabaya yang dipimpin langsung oleh Presiden. Kehadiran Presiden di Kota pahlawan diharapkan dapat semakin menumbuhkan semangat bagi generasi muda untuk mengisi pembangunan.

Eko mengatakan, “Sejarah perjuangan atau terbentuknya atau mempertahankan kemerdekaan ini menjadi perharian khusus, sehingga dengan demikian sangat diharapkan dengan ini bahwa generasi muda itu bsia mengambil suatu tauladan dan perlu ditindak lanjuti. Maka dengana danya pak Presiden yang datang ke sini, kami rasa sangat positif berpengaruh khususnya pemuda-pemuda Jawa Timur.”

Meski mengapresiasi peringatan Hari Pahlawan secara nasional di Surabaya, Eko Pranoto berharap daerah-daerah lain di Indonesia mendapat kesempatan yang sama, sebagai tempat peringatan Hari pahlawan yang dipimpin oleh Presiden. [dw]

XS
SM
MD
LG