Tautan-tautan Akses

Presiden Jokowi Ditunjuk Bicara soal Terorisme

  • Fathiyah Wardah

Mitrawicara dan kerjasama antar kawasan ASEAN Kemenlu Derry Aman (kiri) di dampingi juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir sedang menjelaskan soal KTT US-ASEAN di kantor Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta. (VOA/Fathiyah)

Mitrawicara dan kerjasama antar kawasan ASEAN Kemenlu Derry Aman (kiri) di dampingi juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir sedang menjelaskan soal KTT US-ASEAN di kantor Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta. (VOA/Fathiyah)

Presiden Amerika Barack Obama meminta Presiden Indonesia Joko Widodo untuk menjadi pembicara utama soal isu penanggulangan terorisme di Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-US di Sunnylands, Rancho Mirage, California pada 15-16 Februari 2016.

Direktur Mitrawicara dan Kerjasama Antar Kawasan ASEAN Kementerian Luar Negeri Derry Aman dalam konferensi pers di Jakarta hari Jum’at (12/2) mengatakan penunjukan itu dikerenakan Indonesia telah berhasil menunjukan kepada dunia internasional dalam menangani kasus tindak pidana teroris. Presiden Jokowi menurut rencana akan berbicara dalam pada sessi kedua KTT US-ASEAN 16 Februari.

Selain membicarakan isu penanggulangan teroris, Amerika selaku tuan rumah juga mengajak peserta konferensi untuk membahas isu kerjasama di bidang maritim dan tantangan antar negara termasuk keamanan di kawasan. Tantangan itu lanjutnya mengedepankan tiga aspek yakni perdagangan manusia, perdagangan narkoba dan perubahan iklim.

Derry mengatakan, "Yang akan kita depankan di mana presiden menjadi lead diskusi, dua hal, tentunya bagaimana memperkuat lagi apa yang sudah ada. Apabila ada yang belum kita coba carikan ide-ide baru bagaimana kita memberantas terrorism,ekstremisme. Dan juga akan diisulkan inisiatif social media dalam isu counter terrorism."

Dalam KTT tersebut, Amerika telah mengundang tiga pengusaha untuk berdialog dengan 10 pemimpin negara-negara ASEAN. Derry menjelaskan dalam pertemuan dengan pengusaha Amerika itu, Presiden Jokowi akan menjelaskan kepada mereka tentang kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendukung iklim investasi asing masuk dan mendorong para investor amerika untuk bisa ikut dalam kerjasama kemitraan yang telah disepakati dalam konferensi tersebut nantinya.

Pemerintah Indonesia dalam KTT itu juga berharap agar investor Amerika dapat mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia.

"Tentunya dengan ada 3 CEO ini nantinya kita akan mencoba atau menawarkan mungkin meminta, mendorong perusahaan-perusahaan Amerika ini, selain memiliki kepentingan bisnisnya juga bisa in pararel bagaimana mengembangkan kerjasama bisnis dengan UMKM," tambah Derry.

Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras) Haris Azhar mendesak agar KTT ini juga memperhitungkan persoalan-persoalan hak asasi manusia. Menurutnya ada lima hal yang masyarakat sipil minta kepada negara-negara ASEAN dan Amerika untuk diperhatikan. Pertama, soal represi terhadap masyarakat sipil yang masih terjadi di negara-negara ASEAN seperti kriminalisasi, penghilangan paksa, pelarangan dan penghambatan kerja organisasi-organisasi masyarakat sipil. Kedua, reformasi terhadap komisi HAM ASEAN termasuk reformasi deklarasi HAM ASEAN yang mengakomodir prinsip konsensus dan tidak intervensi. Menurut Haris, kedua prinsip ini yang menghambat kerja-kerja komisi HAM. Belum lagi soal keadilan pembangunan, jaminan akses keadilan dan pemulihan.

"Kita minta Amerika jangan membangun kerjasama untuk terlibat rezim-rezim yang tidak memperhatikan HAM ini, ini kan rata-rata tidak memperhatikan HAM. Laos, Thailand ada Junta Militer, Indonesia, relatif lebih baik tapi sebetulnya juga tidak berpihak pada HAM. Malaysia, korupsinya sama pelanggaran HAM-nya, juga parah," kata Harris.

Usai menghadiri KTT US-ASEAN, Presiden Jokowi rencananya akan langsung ke San Fransisco untuk memenuhi undangan American Business council. Presiden Jokowi juga akan bertemu dengan sejumlah penguasaha teknologi seperti Facebook, Twitter dan Google yang sedianya ditemui pada bulan Oktober lalu ketika ia melawat ke Amerika. Pertemuan itu dibatalkan setelah Presiden Jokowi mempersingkat kunjungannya hanya ke Washington DC karena krisis asap di tanah air. [fw/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG