Tautan-tautan Akses

Presiden Jerman Singgung Hukuman Mati dalam Pertemuan dengan Jokowi


Presiden Jokow Widodo (kiri) dalam pertemuan dengan Presiden Jerman, Joachim Gauck di Berlin, Senin 18/4 (courtesy: Biro Setpres RI).

Presiden Jokow Widodo (kiri) dalam pertemuan dengan Presiden Jerman, Joachim Gauck di Berlin, Senin 18/4 (courtesy: Biro Setpres RI).

Dalam pertemuan Senin (18/4), Presiden Joko Widodo meminta Presiden Jerman Joachim Gauck agar memahami situasi Indonesia saat ini yang sedang dalam “darurat narkoba”.

Seakan tidak ingin kehilangan kesempatan berharga dalam lawatan singkatnya ke Berlin – Jerman, sepanjang hari Senin (18/4) Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin, tokoh masyarakat dan pebisnis terkemuka.

Diawali pertemuan dengan Presiden Republik Federasi Jerman Joachim Gauck di mana Presiden Joko Widodo tidak saja menekankan pentingnya meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pendidikan, tetapi juga kerjasama dalam isu keamanan dan perdamaian. Joko Widodo menjelaskan bagaimana Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam tetap bisa melaksanakan demokrasi secara damai.

Presiden Gauck memuji kemajuan yang dilakukan Presiden Joko Widodo dalam bidang politik dan ekonomi, serta memuji peran Indonesia dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Disinggung tentang masih adanya pelaksanaan hukuman mati, Joko Widodo meminta pemimpin Jerman itu memahami situasi Indonesia saat ini yang sedang dalam “darurat narkoba”.

“Ada sekitar 40-50 warga Indonesia meninggal setiap hari akibat narkoba,” ujar Joko Widodo.

Dengan demikian menurutnya, hukuman mati masih menjadi bagian dari hukum positif di Indonesia. Tetapi ditegaskannya bahwa “pelaksanaan hukuman mati akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan hak-hak hukum dijamin secara penuh”.

Presiden Joko Widodo mengakhiri pertemuan dengan mengundang Presiden Gauck untuk berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan kerjasama kedua negara. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG