Tautan-tautan Akses

Presiden Iran Melawat ke Paris


Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: dok.)

Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: dok.)

Presiden Iran Hassan Rouhani tiba di Perancis hari Rabu (27/1), kunjungan resmi pertama seorang presiden Iran sejak tahun 1999. Rouhani terbang dari Italia setelah menyelesaikan perjanjian bisnis bernilai 18,5 miliar dolar. Ia diperkirakan akan melakukan hal serupa di Perancis.

Lawatan itu dilakukan setelah dicabutnya sanksi-sanksi terhadap Iran, sebagai bagian dari perjanjian dengan enam negara adidaya yang membatasi program nuklir Iran.

"Iran telah kembali! Inilah kesimpulannya!" ujar Peter Cardillo, kepala ekonom di First Standard Financial. "Ia akan menjual apapun. Tentu saja Eropa adalah tempat yang baik bagi Rouhani, juga pasar-pasar lain yang sedang berkembangselain Amerika."

Richard Nephew, pakar Iran yang juga mantan pejabat Departemen Luar Negeri Amerika, dan kini Direktur Program Kebijakan Energi Global di Universitas Columbia mengatakan kepada VOA "tujuan utama presiden Rouhani adalah memulihkan hubungan Iran dengan seluruh dunia."

Tetapi Nephew curiga akan perjanjian-perjanjian perdagangan yang telah dibuat Iran, yaitu perjanjian minyak dengan China, perjanjian gas dengan Italia, dan pembelian lebih dari 100 pesawat Airbus dari Perancis. "Ayo kita lihat hasil perjanjian-perjanjian dagang ini. Suatu hal yang luar biasa mengumumkan perjanjian dagang dengan China bernilai 600 miliar dolar. Kita lihat bagaimana hasilnya." Ia mengutip perjanjian dagang sebelumnya di Afrika, "yang hingga sekarang belum satu sen pun terwujud." [em/ii]

XS
SM
MD
LG