Tautan-tautan Akses

Presiden Instruksikan BNPB Siapkan Bantuan Kemanusiaan untuk Filipina


Sebuah kapal tersangkut di atas rumah-rumah yang hancur akibat hantaman topan Haiyan di kota Tacloban, provinsi Leyte, Filipna tengah (10/11).

Sebuah kapal tersangkut di atas rumah-rumah yang hancur akibat hantaman topan Haiyan di kota Tacloban, provinsi Leyte, Filipna tengah (10/11).

Presiden memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyalurkan bantuan senilai 1 juta dolar Amerika dari Indonesia, bagi korban bencana Topan Haiyan di Filipina.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif untuk mempersiapkan bantuan kemanusiaan korban Topan Haiyan di Filipina.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Dody Ruswandi kepada VOA, Minggu (10/11) menjelaskan untuk tahap awal Indonesia telah menyiapkan anggaran sebesar hampir 1 juta dolar Amerika dalam bentuk logistik untuk masa tanggap darurat di Filipina.

"Sesuai dengan instruksi Presiden, Indonesia kembali kali ini akan membantu Filipina senilai hampir 1 juta Dolar Amerika untuk tahap pertama. Itu dalam bentuk logistik sebenarnya seperti genset , selimut sama air minum. Ini akan diberangkatkan dengan kapal TNI Angkatan Laut tanggal 14 November rencananya akan diberangkatkan dari Bitung. Ini sementara bantuan yang diperintahkan Presiden," kata Dody Ruswandi.

"Kami tetap akan bekerjasama dengan Badan Koordinasi Bantuan Kemanusiaan untuk Manajemen Bencana ASEAN (AHA Centre), untuk perkembangan selanjutnya. Dan kalau dimungkinkan nanti ada permintaan lanjutan dari pemerintah Filipina dengan koordinasi dengan AHA Centre, tentu Presiden akan intruksikan untuk bantuan-bantuan berikutnya." lanjut Dody.

Selain bantuan logistik, menurut Dody Ruswandi, BNPB juga telah menyiapkan personil tanggap darurat lengkap dengan tenaga medis yang sewaktu-waktu siap untuk diberangkatkan ke Filipina.

"Belum. Pemerintah Filipina untuk sementara belum meminta bantuan personil ke Indonesia. Hanya logistik saja dulu. Namun demikian BNPB selalu standby dan sudah kita siapkan sejak bencana itu terjadi. Sehingga kalau ada perkembangan baru kalau memang dibutuhkan tenaga dari Indonesia dibawah koordinasi BNPB itu akan segera kita kirimkan dengan pesawat Hercules," kata Dody Ruswandi. "Tim ini lengkap semua termasuk tenaga medis. Seperti yang pernah dulu kami kirimkan saat gempa di Haiti tahun 2010 dan di Shincuan China tahun 2007," lanjutnya.

Duta Besar RI di Filipina tambah Dody, hingga kini terus mengirimkan informasi perkembangan terkini di Filipina kepada Menteri Luar Negeri RI dan Kepala BNPB.

Sebelumnya, juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan instruksi Presiden terkait bantuan ke Filipina tersebut disampaikan langsung kepada Kepala BNPB Syamsul Maarif dalam rapat yang dilakukan seusai upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, Minggu (10/11). Presiden, lanjut Julian, meminta Kepala BNPB menentukan langkah pemberian bantuan dengan kapasitas sebagai negara yang bersahabat dengan Filipina.

Pemerintah Indonesia melalui BNPB pernah memberikan bantuan korban bencana ke Filipina sebanyak tiga kali. Yaitu untuk korban banjir dan longsor pada Oktober 2011 sebesar 400.000 dolar Amerika. Kemudian saat Filipina dilanda Siklon topan Washi pada Desember 2011 sebesar 500.000 dolar amerika. Dan saat terjadi Siklon Bopha/Pablo pada Januari 2013 sebesar 1 juta dolar amerika dan 2.000 ton beras, obat-obat, tenda dan selimut.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG