Tautan-tautan Akses

Presiden Guatemala Mundur karena Skandal Korupsi


Presiden Guatemala Otto Pérez Molina mundur karena skandal korupsi (foto: dok).

Presiden Guatemala Otto Pérez Molina mundur karena skandal korupsi (foto: dok).

Presiden Guatemala Otto Pérez Molina telah mengundurkan diri karena terlibat kasus korupsi.

Seorang hakim Guatemala telah memerintahkan mantan presiden Otto Perez Molina agar tetap ditahan, sementara pengadilan mempertimbangkan apakah akan mengadilinya atas tuduhan korupsi.

Perez Molina mengundurkan diri Kamis (3/9), beberapa jam setelah para legislator melucuti kekebalan hukumnya dalam skandal korupsi yang dikenal sebagai The Line, terkait percakapan telepon yang disadap yang tampaknya melibatkan presiden.

Perez Molina menulis dalam surat pengunduran dirinya bahwa ia tidak bersalah.

“Komitmen saya pada rakyat Guatemala adalah tunduk dengan integritas penuh terhadap proses hukum dan menyangkal tuduhan-tuduhan terhadap saya.”

Tetapi mantan presiden itu hampir tidak pernah mengangkat kepalanya di ruang sidang Kamis, saat para jaksa memutar rekaman percakapan telepon yang disadap, yang menurut mereka menunjukkan ia menerima suap dari para importir yang ingin menghindari bea cukai.

Hakim akan memutuskan apakah Perez Molina akan diadili.

Ribuan rakyat Guatemala memenuhi jalan-jalan sewaktu kabar pengunduran diri presiden tersebar. Mereka telah memprotes selama berbulan-bulan, menuntut agar ia mengundurkan diri. Perez Molina terpilih tahun 2011 dengan janji memerangi korupsi. Tetapi Guatemala masih terus menjadi salah satu negara termiskin di Amerika Selatan.

Seorang juru bicara pemerintah AS mengatakan Amerika Serikat mendukung keputusan Perez Molina untuk mengundurkan diri.

“Kami memuji rakyat Guatemala dan lembaga-lembaga negara itu atas cara mereka menangani krisis ini, dan terus menekankan dukungan kami bagi institusi-institusi demokratis dan konstitusional Guatemala,” ujar juru bicara tersebut, Josh Earnest.

Perez Molina mengundurkan diri hanya tiga hari menjelang pemilihan presiden. Berdasarkan konstitusi, ia tidak bisa lagi mencalonkan diri.

Wakil Presiden Alejandro Maldonado diambil sumpahnya sebagai presiden Kamis malam. Ia akan memegang kekuasaan hingga presiden terpilih dilantik pada bulan Januari.

XS
SM
MD
LG