Tautan-tautan Akses

Presiden Gambia Ingatkan Para Pemimpin Asing untuk Tidak Campuri Pemilu


Presiden Gambia Yahya Jammeh (Foto: dok).

Mahkamah Agung Gambia diperkirakan akan mengeluarkan keputusan menyangkut kasus itu 10 Januari, namun kemudian menundanya hingga Mei karena tidak yakin transisi politik yang damai akan berlangsung.

Presiden Gambia yang akan segera mengakhiri masa jabatannya telah mengeluarkan peringatan kepada para pemimpin asing untuk tidak mencampuri proses pemilu di negaranya sementara beberapa presiden Afrika lain dijadwalkan akan bertemu dirinya, Kamis.

Yahya Jammeh, yang telah memerintah Gambia selama 22 tahun, mengatakan, Selasa (10/1), melalui televisi pemerintah, negaranya bisa memutuskan sendiri apakah ia harus menyerahkan kekuasaan setelah kalah dalam pemilu Desember lalu, dan ia memperingatkan bahwa ia ia menentang propaganda dan informasi keliru yang ditujukan untuk mendeskreditkan dirinya.

Jammeh secara tak terduga kalah dalam pemilu presiden dari kandidat oposisi Adam Barrow tanggal 1 Desember lalu, namun menolak menerima hasil pemilu dengan alasan adanya campur tangan pihak asing pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Awalnya, Jammeh sendiri menerima hasil pemilu itu, namun partai politik Jammeh mengajukan gugatan hukum terhadap komisi pemilu hampir sepekan setelah pemilu karena mencurigai adanya sejumlah kejanggalan dalam proses pemungutan suara.

Mahkamah Agung Gambia diperkirakan akan mengeluarkan keputusan menyangkut kasus itu 10 Januari, namun kemudian menundanya hingga Mei karena tidak yakin transisi politik yang damai akan berlangsung.

Kini, beberapa pemimpin Afrika Barat dari Masyarakat Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) akan berbicara dengan Jammeh untuk membujuknya mundur secara damai. (ab/as)

XS
SM
MD
LG