Tautan-tautan Akses

Presiden Filipina Tiba di Beijing untuk Kunjungan 5 Hari


Presiden Filipina Benigno Aquino berusaha meningkatkan perdagangan bilateral dengan Tiongkok enam kali lipat.

Presiden Filipina Benigno Aquino berusaha meningkatkan perdagangan bilateral dengan Tiongkok enam kali lipat.

Presiden Aquino memimpin delegasi sekitar 300 pimpinan usaha Filipina dan berharap meningkatkan perdagangan bilateral.

Presiden Filipina Benigno Aquino telah memulai kunjungan kenegaraan selama lima hari ke Tiongkok guna mengusahakan perjanjian perdagangan bernilai miliaran dolar sambil menghadapi perselisihan dengan Tiongkok mengenai klaim wilayah di Laut Cina Selatan.

Presiden Aquino tiba di Beijing hari Selasa memimpin delegasi sekitar 300 pimpinan usaha Filipina dan berharap akan menyaksikan perjanjian untuk meningkatkan perdagangan enam kali lipat dalam lima tahun ke depan menjadi 50 milyar dolar lebih. Kantor berita resmi Xinhua mengatakan pemimpin Filipina itu akan mengadakan serangkaian pertemuan dengan Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao.

Menjelang kunjungannya, Presiden Aquino mengatakan kepada wartawan Tiongkok, Filipina dan Tiongkok ingin menggunakan hukum internasional untuk menyelesaikan sengketa mengenai klaim wilayah-wilayah yang berpotensi kaya energi di laut Cina Selatan. Dalam komentarnya yang diterbitkan hari Minggu Aquino menyebut perselisihan itu sebagai “ujian yang memperkuat hubungan”.

Tiongkok, Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei mengklaim seluruh atau sebagian Laut Cina Selatan termasuk kepulauan Spratly yang tidak berpenduduk. Kawasan itu diperkirakan mengandung cadangan besar minyak dan gas alam, dan menjadi jalur pelayaran tersibuk dunia.

XS
SM
MD
LG