Tautan-tautan Akses

Presiden Filipina Khawatirkan Pengamanan Energi Nuklir


Presiden Filipina Rodrigo Duterte (foto: dok).

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (foto: dok).

Presiden Duterte mengatakan, walaupun energi nuklir tetap merupakan opsi penting pada masa depan, Filipina perlu melakukan kajian dan mengutamakan keamanan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan, isu keamanan membuat kecil kemungkinan Filipina menyetujui penggunaan energi nuklir selama ia menjabat, enam tahun.

Kepada wartawan, Duterte mengatakan, walaupun energi nuklir tetap merupakan opsi penting pada masa depan, Filipina perlu melakukan kajian dan mengutamakan keamanan.

Duterte mengatakan: “Tidak sekarang karena kami harus mempunyai langkah pengamanan yang sangat ketat, untuk memastikan bahwa tidak akan ada bencana.''

Tahun 1977, pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Filipina dimulai dibawah diktator Ferdinand Marcos di provinsi Bataan, sekitar 80 kilometer bagian barat Manila, ibukota negara itu. Pembangkit itu selesai tahun 1985 tetapi tidak pernah dioperasikan karena kekhawatiran akan keamanan dan penyuapan. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG