Tautan-tautan Akses

Presiden FIFA, Blatter, Jalani Penyelidikan Pidana Korupsi


Presiden FIFA Sepp Blatter (Foto: dok).

Presiden FIFA Sepp Blatter (Foto: dok).

Kejaksaan Swiss mengatakan Sepp Blatter sedang diselidiki atas penjualan hak televisi Piala Dunia tahun 2005 kepada Caribbean Football Union.

Presiden FIFA Sepp Blatter menjalani penyelidikan pidana, Jumat (25/9), dalam peningkatan dramatis skandal korupsi yang melanda sepakbola dunia. Calon kuat penggantinya Michel Platini juga diselidiki karena menerima pembayaran jutaan dolar yang tidak jelas.

Setelah berbulan-bulan penyelidikan menyusul penggrebekan di Zurich yang menghasilkan dakwaan terhadap lebih dari 12 pejabat tinggi FIFA, para penyelidik Swiss mengatakan perhatian mereka sekarang beralih ke tindakan yang dilakukan oleh Blatter dan Platini.

“Proses penyelidikan pidana Swiss terhadap Presiden FIFA Joseph Blatter, telah dimulai tanggal 24 September tahun 2015 atas kecurigaan salah-urus atau penyalahgunaan yang kemungkinan pelanggaran pidana ,” kata pernyataan dari kantor Jaksa Agung Swiss.

Blatter, 79 tahun, sudah mengumumkan keputusan untuk mengundurkan diri karena tuduhan korupsi terhadap pejabat tinggi lain dan Platini adalah calon terkuat untuk memenangkan pemilihan yang akan diadakan bulan Februari untuk menggantikan Blatter.

Kejaksaan Swiss mengatakan Blatter sedang diselidiki atas penjualan hak televisi Piala Dunia tahun 2005 kepada Caribbean Football Union, yang pada waktu itu dipimpin oleh mantan sekutunya Jack Warner, persetujuan yang “tidak menguntungkan FIFA.”

Platini kemudian hari Jumat mengeluarkan pernyataan yang berkeras mengatakan pembayaran tadi adalah untuk pekerjaan “kontrak” yang dilakukannya untuk FIFA – tetapi tidak memberi penjelasan mengapa pembayaran itu dilakukan hampir 10 tahun setelah pekerjaan selesai.

Pihak berwenang Swiss mengatakan Blatter ditanyai sebagai “seorang tersangka.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa Platini ditanyai “sebagai orang yang dipanggil untuk memberi informasi.” [gp]

XS
SM
MD
LG