Tautan-tautan Akses

Presiden Ekuador: Snowden Tidak Bisa Tinggalkan Moskow Tanpa Izin Rusia


Presiden Ekuador Rafael Correa saat diwawancarai Reuters di Portoviejo (30/6).

Presiden Ekuador Rafael Correa saat diwawancarai Reuters di Portoviejo (30/6).

Presiden Ekuador Rafael Correa mengatakan negaranya masih menunggu permohonan suaka resmi dari Snowden, sebelum memutuskan bagaimana menangani kasus yang kontroversial tersebut, Minggu (30/6).

Presiden Ekuador Rafael Correa mengatakan pemerintahannya melakukan kesalahan besar dengan mengeluarkan surat perjalanan yang aman untuk tertuduh mata-mata warga Amerika Edward Snowden, di saat buronan itu mencari suaka ke negara Amerika Selatan tersebut.

Correa, dalam wawancara hari Minggu (30/6) dengan Associated Press, mengatakan negaranya masih menunggu permohonan suaka resmi dari Snowden, sebelum memutuskan bagaimana menangani kasus yang kontroversial itu. Ia juga mengatakan pemerintahannya tidak akan melarang Snowden masuk ke negaranya, apabila ia tiba di Ekuador.

Snowden, mantan pegawai kontrak Badan Keamanan Nasional Amerika berusia 32 tahun, dikabarkan masih terkatung-katung di bandara internasional Moskow. Menurut Correa, buronan itu tidak dapat meninggalkan wilayah tersebut tanpa persetujuan dari pihak berwenang Rusia.

Snowden melarikan diri dari Hong Kong ke ibukota Rusia itu tanggal 23 Juni, hanya beberapa hari setelah kejaksaan Amerika mengungkapkan tuduhan spionase terhadap mantan pegawai Badan Keamanan Nasional Amerika itu karena membocorkan informasi mengenai operasi pengintaian rahasia Amerika.
XS
SM
MD
LG