Tautan-tautan Akses

Presiden dalam Serial TV Lebih Populer Daripada Obama: Jajak Pendapat


Aktor Kevin Spacey yang bermain sebagai presiden AS dalam serial Netflix "House of Cards." (Reuters/Mario Anzuoni)

Aktor Kevin Spacey yang bermain sebagai presiden AS dalam serial Netflix "House of Cards." (Reuters/Mario Anzuoni)

Rakyat Amerika Serikat lebih menyukai presiden-presiden dalam serial televisi dibandingkan pemimpin mereka sendiri.

Entah itu Josiah Bartlet yang jujur dalam serial "The West Wing" atau Frank Underwood dalam "House of Cards," rakyat Amerika Serikat lebih menyukai presiden-presiden dalam serial televisi dibandingkan pemimpin mereka sendiri, Presiden Barack Obama, yang sering dijuluki “No Drama” Obama.

Sebuah jajak pendapat Reuters-Ipsos yang dilakukan bulan lalu menemukan bahwa 54 persen rakyat Amerika memiliki opini yang tidak bagus mengenai Obama, dikenal dengan gaya kepresidenan yang dingin dan berhati-hati, sementara 46 persen menyukainya.

Secara kontras, saat diminta untuk membayangkan bahwa yang menjadi presiden adalah David Palmer dari serial “24”, 89 persen dari mereka yang telah menonton drama kontra-terorisme di saluran Fox itu mengatakan mereka menyukai karakter presiden tegas yang dimainkan oleh Dennis Haysbert itu.

Karakter Jed Bartlet yang dimainkan Martin Sheen dalam "The West Wing" – dicintai oleh Partai Demokrat, termasuk banyak diantaranya yang bekerja di pemerintahan Obama – mendapat angka popularitas 82 persen dari penonton serial NBC itu.

Dalam dunia yang gelap di "Battlestar Galactica" dalam saluran SyFy, presiden Laura Roslin, dimainkan oleh Mary McDonnell, menarik angka popularitas 78 persen di antara penggemar petualangannya untuk menemukan Bumi dan melarikan diri dari Cylon, robot pembunuh manusia.

Di saat rakyat Amerika terbagi tajam di antara kedua partai, sepertinya tidak mungkin presiden yang sebenarnya dapat mencapai angka popularitas tinggi, menurut Tevi Troy, sejarawan kepresidenan dan penulis buku "What Jefferson Read, Ike Watched, and Obama Tweeted," sebuah studi mengenai budaya pop di Gedung Putih.

Setengah dari negara tersebut akan tidak menyukai presiden karena terpolarisasinya rakyat menjadi pengikut Partai Republik dan Demokrat, ujarnya.

Tidak seperti presiden-presiden fiktif, dengan penampilan yang siap di depan kamera dan waktu yang sempurna, presiden dalam dunia nyata terkadang tersandung.

Ronald Reagan dari Partai Republik, yang merupakan aktor sebelum beralih ke politik dan menjadi presiden, merupakan kekecualian, ujar Troy.

“Orang-orang medianya akan mengatakan bahwa ia sangat hebat dan ia selalu tepat sasaran,” ujar Troy, yang merupakan penasihat kebijakan domestic pada pemerintahan George W. Bush.

Presiden fiktif yang kurang bermoral juga mendapat angka popularitas lebih tinggi dibandingkan Obama dalam jajak pendapat Reuters-Ipsos.

Di antara mereka yang menonton drama panas ABC “Scandal,” 60 persen menyukai Fitzgerald "Fitz" Grant, presiden yang berselingkuh dan penyuka alkohol yang dimainkan oleh Tony Goldwyn.

Frank Underwood juga mengalahkan Obama.

Dalam "House of Cards," Underwood, dimainkan Kevin Spacey, membunuh seorang anggota Kongres dan juga seorang jurnalis. Tetap saja ia mendapat angka popularitas 57 persen.

Bahkan Obama suka Underwood. "Pria ini menyelesaikan banyak masalah,” ujar Obama dalam sesi pemotretan Gedung Putih pada 2013 dengan Reed Hastings, CEO Netflix, saluran yang menyiarkan serial tersebut.

“Seandainya saja masalah-masalah dapat diselesaikan seefisien itu,” ujar Obama.

Ada satu hal dari jajak pendapat daring tersebut, dilakukan pada 5-19 Maret, yang mungkin dapat menghibur Obama: Ia lebih populer di mata rakyat Amerika daripada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebanyak 76 persen rakyat Amerika tidak menyukai Putin, menurut jajak pendapat tersebut, sementara 24 persen memiliki opini yang baik tentangnya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG