Tautan-tautan Akses

Presiden Brazil Bertekad Lawan Upaya Pemakzulan


Presiden Brazil, Dilma Rousseff dituduh memanipulasi angka-angka untuk membuat defisit anggaran negara lebih rendah daripada yang sebenarnya (foto: dok).

Presiden Brazil, Dilma Rousseff dituduh memanipulasi angka-angka untuk membuat defisit anggaran negara lebih rendah daripada yang sebenarnya (foto: dok).

Presiden Brazil Dilma Rousseff telah menyatakan tekad akan melakukan perlawanan yang lama terhadap kemungkinkan ia dimakzulkan dari jabatannya.

Presiden Brazil Dilma Rousseff menjadi berita besar dalam pekan-pekan terakhir karena ia sedang menghadapi proses impeachment atau pemakzulan di Kongres negara itu, karena terutama tuduhan korupsi. Kalau impeachment terhadap dirinya berhasil, ia harus turun dari jabatan dan akan digantikan oleh wakilnya.

Hari Minggu (17/4) lalu majelis rendah Kongres Brazil dengan suara 367 lawan 137 meneruskan kasus Rousseff ke majelis Senat karena ke-367 suara pendukung impeachment melampaui dua-per-tiga dari jumlah suara minimum yang diharuskan.

Majelis Senat akan mempertimbangkannya dan mengadakan pemungutan suara bulan depan untuk memutuskan apakah Senat akan mendukung impeachment. Kalau suara dua-per-tiga pro-impeachment dicapai dalam Senat, maka Presiden Brazil itu akan di-impeach atau diadili dalan Kongres, dengan majelis Senat bertindak sebagai dewan hakim dan majelis rendah Kongres sebagai tim jaksa penuntut.

Kalau pada akhir proses ini majelis Senat mendapati Presiden Rousseff bersalah, ia harus turun dari jabatan presiden dan akan digantikan oleh wakilnya.

Namun, Presiden Dilma Rousseff telah menyatakan tekad akan melakukan perlawanan yang lama terhadap kemungkinkan ia dimakzulkan.

Rousseff mengatakan, "Saya mempunyai cukup energi, kekuatan dan keberanian yang dibutuhkan untuk menghadapi ketidak-adilan ini, walaupun dengan perasaan yang sangat berduka. Saya tidak akan jatuh. Saya tidak akan membiarkan diri saya dilumpuhkan oleh hal ini. Saya akan terus melawan dan akan melawan sebagaimana telah saya lakukan sepanjang hidup saya.”

Dilma Rousseff menyatakan sikapnya dalam jumpa pers yang ditayangkan televisi hari Senin (18/4).

Roussef dituduh memanipulasi angka-angka untuk membuat defisit anggaran negara lebih rendah daripada yang sebenarnya pada masa kampanye untuk terpilih kembali tahun 2014.

Presiden Brazil itu juga dituduh terlibat dalam skandal penyuapan di perusahaan minyak negara Petrobras. Seorang anggota Senat Delcidio do Amaral, anggota terkemuka Partai Pekerja pimpinan Rousseff, mengatakan bahwa presiden bukan hanya mengetahui adanya kecurangan dan penyuapan dalam tender perusahaan minyak negara itu, tetapi juga bekerjasama dengan para staff dekatnya untuk menindas penyelidikan pidana yang meluas mengenai persekongkolan yang telah mengguncang tingkat paling tinggi dunia usaha dan pemerintah negara tersebut.

Roussef telah membantah melakukan kesalahan dan belum dikenakan dakwaan atas kejahatan. Sementara itu, mantan presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva berbicara kepada Rousseff pekan lalu mengenai pengangkatan da Silva untuk jabatan kabinet, menurut orang-orang yang sangat mengetahui keadaan tersebut. Sekiranya da Silva diangkat ke kabinet, mantan pendahulunya itu yang juga menghadapi banyak tuduhan skandal akan terlindung terhadap dakwaan pidana.

Kalau Rousseff turun dari jabatan, ia akan digantikan oleh Wakil Presiden Michael Temer, yang telah dituduh oleh presiden itu turut dalam gerakan untuk melengserkannya. [gp]

XS
SM
MD
LG