Tautan-tautan Akses

Presiden: Bangsa Indonesia Butuh Al Quran Sebagai Tuntunan


Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta (21/6). (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta (21/6). (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

Presiden mengatakan Al Quran mengajarkan untuk saling mengenal, memahami dan saling tolong menolong dalam semua aspek kehidupan.

Peringatan Nuzulul Quran atau turunnya kitab suci Al Quran diperingati di Istana Negara Jakarta, Selasa (21/6) malam. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menekankan, turunnya Al Quran melalui Nabi Muhammad SAW ditujukan untuk seluruh umat manusia.

Presiden juga menegaskan, bangsa Indonesia memerlukan Al Quran sebagai tuntunan, untuk kehidupan yang lebih baik.

"Quran diturunkan kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW agar menjadi rahmat bagi semua umat manusia, agar menjadi sumber segala ilmu pengetahuan, agar membimbing kita semuanya menjadi lebih baik. Sekarang kita perlu tuntunan Quran untuk menata kehidupan bangsa Indonesia agar lebih maju, lebih toleran, dan bebas dari kemiskinan," ujarnya.

Presiden mengingatkan, hingga kini Indonesia belum lepas dari masalah kemiskinan, ketimpangan sosial dan antar wilayah. Padahal menurut Presiden, Al Quran mengajarkan untuk saling mengenal, memahami dan saling tolong menolong dalam semua aspek kehidupan.

Al Quran, tambah Presiden, juga mengajarkan kerja keras untuk mengubah nasib seseorang. Untuk itu Presiden mengajak rakyat Indonesia agar menjadikan Al Quran sebagai pegangan hidup dan tempat bersandar, agar bangsa Indonesia kedepannya menjadi lebih baik dan bebas dari kemiskinan.

"Saya yakin apabila kita bersandar terus pada tuntunan Al Quran, Insya Allah di ujung jalan, di ujung jembatan, di ujung pelabuhan, Indonesia akan menjadi lebih baik. Indonesia akan bebas dari kemiskinan. Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, bangsa yang bahagia lahir dan batin. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan," ujarnya.

Presiden juga mengajak umat Islam di Indonesia pada bulan Ramadan ini untuk semakin bersemangat bertadarus membaca Al Quran, semakin khusyuk bershalat tahajud, dan semakin lama itikaf di masjid.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Ade Komarudin mengatakan, Islam mengajarkan untuk bersikap adil dan menghormati keberagaman dan perbedaan.

"Islam adalah agama yang mengakui pluralisme. Pemimpin yang pluralis akan membawa kepada keadilan sosial. Islam mengajarkan kita untuk adil sejak dalam pikiran. Dan tidak boleh mendiskreditkan satu golongan atas golongan yang lain," ujarnya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG