Tautan-tautan Akses

Presiden Aljazair Masih Jalani Perawatan di Perancis

  • Lisa Bryant

Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika (foto: dok). Bouteflika diduga menderita sakit parah dan dikhawatirkan mendekati saat-saat terakhir hidupnya.

Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika (foto: dok). Bouteflika diduga menderita sakit parah dan dikhawatirkan mendekati saat-saat terakhir hidupnya.

Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Paris, meningkatkan spekulasi bahwa penyakitnya mungkin lebih parah dari yang diberitakan.

Ini meningkatkan spekulasi dan prospek masa depan pasca-Bouteflika di Aljazair, negara Afrika Utara yang kaya minyak tersebut.

Kantor berita resmi Aljazair APS mengatakan Presiden Abdelaziz Bouteflika sedang dirawat di rumah sakit militer Val-de-Grace di Paris akibat stroke ringan. Kantor berita itu merilis sebuah pesan dari Presiden Bouteflika awal pekan ini, yang menyatakan ia akan pulih.

Tetapi media-media swasta Aljazair – juga beberapa analis – yakin kondisi Presiden Bouteflika mungkin lebih serius dibanding yang telah disampaikan secara resmi. Ini mencakup Mansouria Mokhefi – pimpinan program Timur Tengah dan Afrika Utara di Institut Hubungan Internasional Perancis yang berkantor di Paris.

“Presiden Aljazair sedang sakit. Kita diberitahu bahwa ia menderita stroke ringan, tetapi mengingat Aljazair cukup tertutup dan bersifat rahasia – jika ia hanya menderita stroke ringan mengapa tidak dirawat di tempat tinggalnya saja? Maksud saya dirawat di Aljazair, secara rahasia dan tertutup,” kata Mokhefi.

Presiden Abdelaziz Bouteflika yang berusia 76 tahun diperkirakan akan maju lagi untuk masa kepresidenan keempat tahun depan. Pakar politik Afrika Utara Naofel Brahimi el mili tidak mengesampingkan hal ini.

Diwawancara oleh stasiun televisi France-24, Brahimi mengatakan meskipun kondisi kesehatan Bouteflika menimbulkan pertanyaan apakah ia akan maju lagi, konstitusi Aljazair memungkinkan hal ini dan jika ia mampu maka pemimpin Aljazair itu tidak bimbang untuk maju lagi.

Yang pasti kondisi kesehatan Bouteflika telah memicu perdebatan tentang bagaimana masa depan Aljazair kelak, yang selama ini diarahkan oleh militer yang sangat kuat.

Militer Aljazair juga diyakini memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam memilih pemimpin-pemimpin negara itu, termasuk Presiden Bouteflika. Namun menurut analis Brahimi Mokhefi, di dalam militer pun kini ada desakan bagi perubahan.

Presiden Abdelaziz Bouteflika berkuasa pada tahun 1999, menjelang berakhirnya perang saudara yang mengadu ekstrimis Islamis dengan pemerintah yang didukung militer. Bouteflika menjanjikan perdamaian dan rekonsiliasi nasional, dan harapan begitu besar ketika ia memulai masa jabatannya.

Tetapi kini, banyak warga ALjazair kecewa. Tingkat pengangguran tinggi – khususnya diantara anak-anak muda. Dan meskipun Aljazair memiliki sumber daya minyak dan gas yang luar biasa, banyak warganya miskin.

Bahkan perdamaian yang dijanjikan Presiden Bouteflika terbukti sulit dipahami. Masih terjadi demonstrasi terus menerus dan serangan oleh para gerilyawan Islamis – termasuk serangan awal tahun ini di pembangkit gas “In Amenas” di dekat perbatasan Libya.

Partai-partai oposisi Aljazair tetap lemah dan terpecah-belah. Tetapi Brahimi Mokhefi mengatakan ketidakpastian atas kondisi kesehatan Presiden Bouteflika mungkin membuka kesempatan baru pada masa pasca kemerdekaan Aljazair, yaitu perubahan bagi munculnya kepemimpinan sipil dan kelompok oposisi yang kredibel.
XS
SM
MD
LG