Tautan-tautan Akses

Presiden Afghanistan Bahas Pendirian Kantor Taliban di Qatar


Presiden Afghanistan Hamid Karzai melakukan kunjungan 2 hari di Qatar untuk membahas kemungkinan pembukaan kantor perwakilan Taliban (foto: dok).

Presiden Afghanistan Hamid Karzai melakukan kunjungan 2 hari di Qatar untuk membahas kemungkinan pembukaan kantor perwakilan Taliban (foto: dok).

Presiden Afghanistan Hamid Karzai berada di Qatar untuk membahas kemungkinan membuka kantor perwakilan politik Taliban di sana.

Pembukaan kantor perwakilan politik Taliban di Watar ini dimaksudkan untuk membantu gerak maju proses perdamaian Afghanistan. Presiden Hamid Karzai tiba di negara Teluk itu hari Sabtu (30/3) untuk lawatan kenegaraan selama dua hari. Karzai didampingi oleh Menteri Luar Negeri Afghanistan Zalmai Rassoul dan ketua Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan Salahuddin Rabbani.

Sejak itu, Karzai telah bertemu pejabat-pejabat Qatar, termasuk Emir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Karzai sejak lama bersikeras bahwa proses perdamaian apa saja dengan Taliban harus diketuai Afghanistan, dan sebelumnya, ia menentang kelompok militan itu bertemu di luar Afghanistan.

PBB pekan ini menyambut baik rencana perjalanan Presiden Karzai ke Qatar dan kembali mengimbau Taliban agar hadir ke perundingan.

Karzai menekankan, ia hanya akan memulai pembicaraan dengan Taliban jika mereka memutus semua hubungan dengan al-Qaida dan menghentikan kekerasan. Tetapi Taliban berulang kali menolak berbicara dengan pemerintahan Karzai, yang disebutnya "boneka rezim" koalisi pimpinan Amerika.

Berbicara kepada kantor berita Perancis, jurubicara Taliban mengatakan, pembukaan kantor kelompok itu di Qatar tidak akan berhubungan dengan presiden Afghanistan, melainkan akan menjadi urusan antara Taliban dan pemerintah Qatar. Juru bicara itu juga mengatakan, siapa pun perwakilan Taliban yang sudah berada di Qatar tidak akan bertemu atau berbicara dengan Karzai.

Koalisi internasional yang berperang di Afghanistan kini tengah menyerahkan kendali keamanan negara itu kepada pasukan nasional Afghanistan karena hampir semua pasukan tempur koalisi dikerahkan untuk meninggalkan negara itu menjelang akhir tahun depan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG