Tautan-tautan Akses

AS

Prediksi Pemenang Pemilu Lewat Cangkir Kopi, Topeng Halloween


Penjualan topeng kandidat presiden pada Halloween juga dijadikan ukuran untuk meramal hasil pemilu. (Foto: Dok)

Penjualan topeng kandidat presiden pada Halloween juga dijadikan ukuran untuk meramal hasil pemilu. (Foto: Dok)

Selain jajak pendapat dan survei, ada alternatif-alternatif yang tidak ilmiah namun dianggap cukup akurat dalam meramalkan hasil pemilu AS.

Meramalkan hasil pemilihan presiden AS merupakan sesuatu yang sulit. Partai politik, kantor berita dan para ahli telah mempelajari survei dan jajak pendapat publik selama berbulan-bulan, mencoba mengetahui siapa yang akan menang.

Tapi seberapapun bagusnya kalkulasi tersebut, meramalkan masa depan bukanlah sesuatu yang pasti. Bagi pengamat pemilu yang mencari hiburan di tengah penghitungan suara tradisional, berikut ini sejumlah alternatif untuk meramalkan pemenang pemilu, dengan sedikit humor dan imajinasi.

Gelas Kopi 7-Eleven

Para peminum kopi yang membeli minuman berkafein di jaringan toko 7-Eleven telah berhasil meramalkan pemenang presiden sejak 2000. Lewat proram “7-Election”, toko waralaba itu menawarkan para pemilih kesempatan untuk mendukung kandidat favorit mereka dengan memilih gelas biru untuk Presiden Barack Obama dan gelas merah untuk penantang dari Partai Republik Mitt Romney. Gelas regular “non-partisan” tersedia untuk pelanggan yang tidak bisa memutuskan pilihannya.

Para pelanggan boleh memilih sesering yang mereka bisa, dan pemilihan awal dimulai pada September. Dalam tiga pemilu terakhir, 7-Eleven mengatakan ada tujuh juta gelas kandidat yang terkumpul.

Siapa yang menang pemilihan gelas kopi tahun ini? Sejauh ini Obama mendapat 59 persen sementara Romney 41 persen di 34 negara bagian yang berpartisipasi.

Topeng Halloween

Pemilihan presiden jatuh hanya beberapa hari setelah Halloween, yang berarti bahwa topeng berwajah kandidat selalu menjadi pilihan yang populer di kalangan masyarakat Amerika. Toko laman BuyCostumes.com mengatakan bahwa topeng kandidat dari kertas yang dijualnya telah secara akurat meramalkan presiden AS berikutnya sejak 2000. Survei ini tentu saja tidak ilmiah. Motto pemilu untuk perusahaan ini adalah “1 topeng = 1 suara. Jajak suara ini dapat dibeli!”

Hasilnya, penjualan topeng Mitt Romney mencapai 51 persen, dan Obama 49 persen.

Aturan Redskins

Saat ini merupakan musim pertandingan sepakbola di Amerika Serikat. Mendekati pemilu, ada satu tim sepakbola yang menjadi penting perannya: Washington Redskins. Lewat apa yang disebut “Aturan Redskins”, jika tim tersebut menang pada pertandingan tuan rumah sebelum pemilu dilaksanakan, partai petahanalah yang akan memenangkan pemilu. Sebaliknya jika kalah, kandidat oposisi yang akan menjadi presiden.

Mungkin kedengarannya konyol, tapi “aturan” ini telah terbukti benar untuk 17 dari 18 pemilihan presiden sejak 1937. Jika Obama menonton pertandingan pada Minggu malam, ia mungkin akan sedikit gugup. Redskin kalah oleh Carolina Panthers.

Siswa

Meski baru bisa ikut pemilu saat berusia 18 tahun, namun para siswa di AS dapat memilih kandidat favorit mereka dalam sebuah pemungutan suara informal yang dilakukan oleh penerbit buku anak-anak, Scholastic.

Scholastic Student Vote telah secara akurat meramalkan presiden berikutnya dalam 15 dari 17 pemilu sejak 1940. Tahun ini, para siswa mengatakan Obama harus tetap menjadi presiden. Kandidat Partai Demokrat itu mendapat suara 51 persen dari total 250 juta siswa di seluruh negeri, sementara Romney mendapat 45 persen dan kandidat alternatif mendapat 4 persen.

Astrologi

Menutrut Konferensi Astrologi Bersatu (United Astrology Conference) yang berlangsung pada Mei lalu di New Orleans, para astrolog mengatakan para planet berpihak pada Obama.

Masing-masing astrolog ini menggunakan teknik yang berbeda-beda untuk meramalkan pemilu, dari teknik Indian Vedic sampai mempelajari bagan Aries. Mereka semua sepakat bahwa Obama akan mendapatkan masa pemerintahan kedua. Tentu saja ada juga astrolog yang meramalkan bahwa Romney akan menang.

Namun siapapun yang menang, semua astrolog sepakat bahwa hari pemilihan dan minggu-minggu sesudahnya adalah saat yang kacau dan membingungkan karena planet Merkurius berbalik arah pada 6 November. Menurut astrolog Susan Miller, hal itu bukan pertanda baik.

"Saya perkirakan ada tantangan hukum, permintaan untuk penghitungan kembali, mesin pemilih yang rusak, dan banyak masalah lainnya,” tulis Miller, yang mencatat bahwa terakhir kali Merkurius berbalik arah adalah pada 2000, saat George W. Bush melawan Al Gore, yang penuh kontroversi. (VOA/Kate Woodsome)
XS
SM
MD
LG