Tautan-tautan Akses

Poroshenko: Pengembalian Kedaulatan Ukraina di Krimea Prioritas Utama 2016


Presiden Ukraina Petro Poroshenko saat berbicara kepada pers di Kyiv, Ukraina, 14 Januari 2016.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko saat berbicara kepada pers di Kyiv, Ukraina, 14 Januari 2016.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menetapkan pemulihan kedaulatan Ukraina di wilayah Donbas dan pengembalian Krimea sebagai prioritas utamanya pada tahun 2016.

Berbicara untuk pertama kalinya tahun ini kepada wartawan hari Kamis (14/1) di Kyiv, Poroshenko mengatakan kedaulatan Ukraina di daerah-daerah Luhansk dan Donetsk di wilayah Donbas timur yang diduduki pemberontak harus dipulihkan tahun 2016.

Poroshenko juga mengatakan ia menginginkan bantuan Uni Eropa dan Amerika untuk memastikan pengembalian Krimea dari Rusia.

"Perjuangan untuk mengembalikan Krimea masih menjadi prioritas utama," katanya dan menambahkan ia akan mengusulkan "pembentukan mekanisme internasional untuk mengembalikan semenanjung yang diduduki itu." Ia menyampaikan keyakinannya bahwa format perjanjian tahun 1994 "akan menjadi yang terbaik dalam membentuk mekanisme semacam itu dengan kemungkinan partisipasi Uni Eropa dan negara-negara penandatanganan Memorandum Budapes," kata Poroshenko.

Perjanjian politik itu sebuah jaminan keamanan ditandatangani di Budapes, Hungaria bulan Desember 1994, memberi Ukraina perlindungan negara Barat dan Rusia dari invasi asing sebagai imbalan menanggalkan senjata nuklirnya era Uni Soviet dan pengakuan pada Perjanjian Non Proleferasi Nuklir/ NPT.

Pengumuman tegas oleh Poroshenko usia 50 tahun, yang pro barat itu keluar sementara tekanan publik terhadapnya meningkat untuk mengakhiri serangan Ukraina selama 20 bulan terhadap pemberontak pro Rusia sembari melawan aneksasi Rusia terhadap semenanjung di Laut Hitam yang strategis itu. [my/al]

XS
SM
MD
LG