Tautan-tautan Akses

Polri Perketat Penjagaan Keamanan di Kedubes AS Jakarta


Aparat Brimob Polda Metro Jaya memperketat penjagaan di sekitar Kedubes AS di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (21/9).

Aparat Brimob Polda Metro Jaya memperketat penjagaan di sekitar Kedubes AS di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (21/9).

Polda Metro Jaya melakukan penambahan pasukan dan memperketat penjagaan di sekitar kantor Kedubes AS di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Pengetatan penjagaan ini dilakukan setelah Pemerintah Amerika Serikat menutup untuk sementara kantor Kedubesnya di Jakarta, termasuk kantor perwakilan konsulat di beberapa daerah Indonesia.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto kepada VoA mengatakan, Polda Metro Jaya mengerahkan 875 orang personil polisi untuk menjaga kantor Kedubes Amerika Serikat di Jakarta. Hal ini menurut Rikwanto dilakukan untuk mengantisipasi adanya aksi demonstrasi dari masyarakat.

"Kita berikan untuk pengamanan 875 personil untuk antisipasi demo. Dan sampai saat ini situasi belum ada gangguan dalam aktifitas masyarakat dan belum ada insiden apa-apa," ungkap Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, pengerahan kekuatan personil polisi ini, tidak ada kaitannya dengan penutupan sementara kantor Kedubes Amerika Serikat di Jakarta dan kantor perwakilan konsulat di beberapa kota Indonesia.

"Kita sebenarnya tidak ada kaitan langsung dengan penutupan. Penutupan itu kan inisiatif dari mereka. Polda Metro Jaya siap mengamankan siapapun di ibukota ini termasuk kantor kedutaan besar yang ada, khususnya Amerika," jelas Kabid Humas Humas Polda Metro Jaya ini.

"Untuk pengerahan pasukan tentunya dari informasi yang didapat apakah ada unjuk rasa yang akan dilakukan. Jadi kalau tidak ada unjuk rasa ya kita tarik. Namun kewaspadaan untuk menyerap informasi kemudian menganalisa situasi itu tetap. Jadi kalau memang ada rencana untuk unjuk rasa, kita siapkan pengawalan supaya tidak ada yang anarkis," lanjut Kombes Polisi Rikwanto.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI T.B Hasanuddin mengaku tidak melihat ada sebuah ancaman yang khusus ditujukan ke kantor kedubes AS di Jakarta atau kantor perwakilannya di beberapa daerah. Lagipula pemerintah Indonesia menurutnya, telah menjamin untuk memberikan perlindungan untuk kantor perwakilan asing termasuk warganya di Indonesia.

"Saya tidak melihat ancaman yang khusus terhadap kedutaan besar amerika dan kedutaan-kedutaan yang lainnya di Indonesia. Bahwa itu ada demo ..ya, itu harus kita akui. Tetapi saya tidak melihat demo itu masuk ke dalam areal kantor kedutaan atau melakukan tindakan yang anarkis," ujar Hasanuddin. "Pihak Indonesia sudah memberikan jaminan bahwa seluruh kedutaan dan warga negara asing termasuk Amerika, akan diberikan perlindungan yang optimal," jelasnya.

Dari pantauan VOA Jum’at (21/9), ratusan aparat polisi menjaga ketat kantor kedubes AS Jakarta. Aparat polisi itu dilengkapi dengan tameng baja, senapan gas air mata dan motor trail. Di depan pagar kantor kedubes AS juga di tempatkan tiga unit kendaraan penyemprot air (water canon).

Dalam pesan yang diterima VOA Kamis (20/9), Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia menutup kantornya di Jakarta dan kantor perwakilan konsulat di beberapa kota Indonesia, untuk sementara waktu. Penutupan itu karena adanya potensi demonstrasi signifikan.

Kantor-kantor yang ditutup adalah Kedubes AS di Jakarta, Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Kantor Perwakilan AS di Medan, Kantor Agen Konsuler AS di Bali, dan misi AS untuk ASEAN. Penutupan kantor misi AS di Indonesia itu, telah lebih dulu dilakukan di Kantor Perwakilan AS di Medan Rabu.

Kedubes AS juga menyarankan kepada warganya yang tinggal dan sedang mengadakan perjalanan di Indonesia untuk memperbarui informasi mereka masing-masing ke kantor misi AS setempat, dan menghindari kerumunan massa.
XS
SM
MD
LG