Tautan-tautan Akses

Polri Geledah Kembali 2 Lokasi Penggerebekan Teroris di Solo

  • Yudha Satriawan

Tim Forensik Mabes Polri menggerebek kembali dua lokasi tempat penangkapan teroris di Solo (27/10).

Tim Forensik Mabes Polri menggerebek kembali dua lokasi tempat penangkapan teroris di Solo (27/10).

Polisi anti teror kembali menggerebek dua lokasi tertangkapnya teroris di kelurahan Mojosongo, Solo, Sabtu kemarin (27/10)

Dua orang polisi berompi Laboratorium Forensik Mabes Polri dan dikawal lima orang dari Polresta Solo keluar dari sebuah rumah di Jalan Lawu Timur 4 Marengan Solo, Minggu Sore (28/10). Tim tersebut membawa satu jerigen berkapasitas 30 liter yang belum diketahui isinya.

Tim Mabes Polri tersebut juga menyita berbagai barang dari lokasi lain di Jalan Sumpah Pemuda Solo, antara lain tiga buku bertema jihad, pipa plastik, dan sekitar 30 botol berisi cairan dan serbuk mencurigakan.

Polisi anti teror menggerebek dua lokasi di Solo, Sabtu kemarin (27/10). Lokasi tersebut yaitu Jl. Lawu timur 4 dan Jl. Sumpah Pemuda. Keduanya berada di kelurahan Mojosongo, Solo, tak jauh atau sekitar tujuh kilometer dari lokasi tewasnya gembong teroris Noordin M Top di Solo, beberapa tahun lalu.

“(Polisi) mencari sisa-sisa yang kemarin belum diambil saat penggerebekan. Mungkin masih ada sisa-sisa temuan barang bukti," kata Sudarsono, seorang saksi mata yang menyaksikan penggeledahan TKP yang dilakukan oleh Tim Mabes Polri .

"Tadi dapat beberapa, bentuknya seperti tepung mungkin bahan campuran pembuatan peledak atau bom. Petugas juga meneliti di batu-batu bekas ledakan kemarin, mencari jenis bahan-bahan apa yang ada dalam bom yang sudah diledakkan kemarin,” tambah Sudarsono.

Kepala Kepolisian Solo, Asdjimain, saat di temui di lokasi penggerebekan kemarin mengatakan polisi anti teror menemukan bom siap ledak, senjata api rakitan, dan berbagai bahan baku pembuatan bom.

“Ada detonator, dua dalam bentuk sudah jadi dan didisposal atau diledakkan di tempat, karena lokasinya memungkinkan, berupa tanah lapang atau pekarangan. Kemudian yang lainnya masih berupa bahan baku pembuatan peledak atau bom. Juga kita temukan senjata api rakitan..ini aksi dari penangkapan yang dilakukan sebelumnya di Madiun,” jelas Asdjimain.

Selain menyita berbagai bukti, polisi anti teror juga menangkap beberapa orang terduga teroris yaitu Abu Hanifah, Harun, dan Budiyanto di kedua lokasi penggerebekan tersebut.

Penggerebekan tersebut merupakan rangkaian kegiatan polisi anti teror di berbagai daerah antara lain di Jakarta, Bogor, Solo, dan Madiun. Menurut Mabes POLRI, 11 orang terduga teroris ditangkap dalam aksi penggerebekan tersebut.
XS
SM
MD
LG