Tautan-tautan Akses

Politisi Australia Mencela China


Clive Palmer, seorang politisi kaya dan taipan pertambangan Australia. (Foto: dok.)

Clive Palmer, seorang politisi kaya dan taipan pertambangan Australia. (Foto: dok.)

Pemerintah Australia menjauhkan diri dari seorang anggota parlemen yang mencela habis-habisan apa yang disebutnya "bajingan" Komunis China yang berusaha mengambil alih negaranya.

Clive Palmer, seorang politisi kaya dan taipan pertambangan, yang perusahaannya, Mineralogy, terlibat dalam sengketa hukum dengan perusahaan CITIC Pacific Mining milik pemerintah China mengeluarkan pernyataan mencela China dan menyebutnya berusaha mengambil alih Australia. Kedua perusahaan itu sedang menambang bijih besi magnetik dari sebuah daerah di Australia, tetapi bersengketa mengenai royalti dan operasi.

CITIC menuduh Palmer menyelewengkan dana sebesar 11 juta dolar AS untuk membantu mendanai kampanye pemilihannya. Palmer membantah tuduhan itu. Dalam acara yang disiarkan langsung di televisi Australia Senin malam (18/8), pria yang berusia 60 tahun itu mengatakan ia mengajukan gugatan balasan terkait dana sebesar 465 juta dolar AS yang katanya merupakan hutang Beijing kepada perusahaannya.

Dia mengatakan ini adalah bagian dari usahanya untuk melawan "bajingan China," dan menambahkan bahwa dia telah menerima putusan pengadilan federal dan mahkamah agung terhadap apa yang disebutnya "bajingan China" itu.

Palmer mengatakan dia membuat pernyataan tersebut "karena mereka komunis, mereka menembak rakyat mereka sendiri, mereka tidak punya sistem peradilan dan mereka ingin mengambil alih negara ini, dan kita tidak akan membiarkan mereka melakukannya."

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyebut pernyataan Palmer itu menghina, tidak perlu dan tidak dapat diterima, dan mengatakan pernyataan itu tidak mencerminkan pendapat pemerintah Australia atau orang-orang Australia.

XS
SM
MD
LG