Tautan-tautan Akses

Polisi Kewalahan Hadapi Migran Myanmar di Thailand yang Ingin Sambut Aung San Suu Kyi 


Migran Myanmar menunggu kedatangan Menlu Myanmar Aung San Suu Kyi, di tengah guyuran hujan di Talad Talay Thai, provinsi Samut Sakhon, Thailand (23/6).

Migran Myanmar menunggu kedatangan Menlu Myanmar Aung San Suu Kyi, di tengah guyuran hujan di Talad Talay Thai, provinsi Samut Sakhon, Thailand (23/6).

Hujan menggagalkan rencana yang dibuat Aung San Suu Kyi pada saat-saat akhir untuk juga berpidato bagi ribuan pendukung yang tidak dapat memasuki lokasi acara.

Ribuan migran Myanmar, yang ingin melihat sekilas Aung San Suu Kyi, membuat polisi kewalahan di sebuah pusat nelayan di pesisir Thailand, Kamis siang.

Penasihat negara dan menteri luar negeri Myanmar yang sedang dalam lawatan resmi pertamanya ke Thailand sejak pemerintahnya dilantik, berkunjung ke Mahachai di provinsi Samut Sakhon untuk berpidato di hadapan 500 warga Myanmar yang bekerja di sana. Tetapi massa yang membeludak hingga ribuan orang lagi, yang dilarang memasuki lokasi acara itu, habis kesabaran mereka.

“Panjang umur ibu,” mereka berseru dan melambai-lambaikan bendera Myanmar sementara pasukan keamanan berusaha mengatur mereka dan mempertimbangkan cara mengendalikan massa.

Hujan menggagalkan rencana yang dibuat Aung San Suu Kyi pada saat-saat akhir untuk juga berpidato bagi ribuan pendukung yang tidak dapat memasuki lokasi acara.

“Katakan pada rakyat bahwa saya kecewa karena tidak dapat berpidato kepada mereka di luar hari ini, tetapi saya juga tahu masalah mereka,” katanya kepada aktivis migran Andy Hall, yang ditulis di akun Twitter Hall.

Ratusan ribu migran bekerja di industri perikanan Thailand, hampir separuhnya diperkirakan dipekerjakan secara illegal. Eksploitasi terhadap sebagian dari mereka telah didokumentasikan. Secara keseluruhan, hingga tiga juta warga Myanmar bekerja secara sah di Thailand, dan kemungkinan hingga dua juta lebih bekerja secara ilegal. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG