Tautan-tautan Akses

Polisi Turki Gunakan Gas Air Mata terhadap Demonstran


Polisi anti huru hara Turki hari Senin (8/7) menembakkan gas air mata, meriam air dan peluru karet ke arah demonstran di Istanbul (foto: dok).

Polisi anti huru hara Turki hari Senin (8/7) menembakkan gas air mata, meriam air dan peluru karet ke arah demonstran di Istanbul (foto: dok).

Polisi anti huru hara Turki hari Senin (8/7) menembakkan gas air mata, meriam air dan peluru karet untuk membubarkan demonstran yang berusaha menduduki sebuah taman.

Polisi anti huru hara Turki hari Senin menembakkan gas air mata, meriam air dan peluru karet untuk membubarkan demonstran yang mencoba memasuki sebuah taman di Istanbul di tengah demonstrasi anti-pemerintah terhadap Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan yang telah berlangsung berminggu-minggu.

Gubernur Istanbul Huseyin Avni Mutlu sebelumnya mengumumkan pembukaan kembali Taman Gezi - di Lapangan Taksim di Istanbul yang terkenal - tetapi memperingatkan ia tidak akan membiarkan tempat itu diduduki atau menjadi pusat demonstrasi lagi.

Sekitar tiga jam kemudian, polisi menyerbu para demonstran yang menentang perintah Gubernur Istanbul itu.

Pekan lalu, pengadilan Istanbul mengumumkan telah menghentikan proyek pembangunan kembali Lapangan Taksim yang didukung pemerintah. Pngadilan memutuskan bahwa rencana pembangunan tersebut kurang mendapatkan persetujuan dari warga setempat, komite yang melindungi aset alam dan budaya, serta pemerintah kabupaten.

Pemerintah dapat mengajukan banding atas keputusan pengadilan Istanbul tersebut.

Sebelumnya tahun lalu, kelompok profesional yang mewakili para arsitek dan perencana kota telah mengajukan gugatan menentang rencana pembangunan kembali Lapangan Taksim.
XS
SM
MD
LG