Tautan-tautan Akses

Polisi Turki Gerebek Lebih Banyak Lagi Perusahaan Pasca Kudeta yang Gagal


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memimpin sidang kabinet di Ankara (15/8).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memimpin sidang kabinet di Ankara (15/8).

Polisi keuangan Turki memimpin penggerebekan untuk mencari keterkaitan antara perusahaan-perusahaan dan simpatisan yang mendanai gerakan keagamaan Fetullah Gulen.

Dalam operasi menjelang Kamis subuh (18/8), polisi Turki mengeluarkan hampir 200 surat perintah penangkapan dan menggerebek lebih dari 100 tempat, sementara mereka mencari orang-orang yang dituduh memiliki hubungan dengan ulama yang berbasis di Amerika, Fetullah Gulen, yang disebut pemerintah berada di balik upaya kudeta bulan lalu.

Polisi keuangan Turki memimpin penggerebekan untuk mencari keterkaitan antara perusahaan-perusahaan dan simpatisan yang mendanai gerakan keagamaan Gulen.

Pada 15 Juli, sedikitnya 270 orang tewas dalam upaya kudeta singkat yang menurut pemerintah didalangi Gulen dan dilancarkan oleh ribuan polisi dan personel militer. Setelah itu, pemerintah mengumumkan keadaan darurat dan mulai menangkapi orang-orang yang dituduh merencanakan kudeta.

Penggerebekan itu berlangsung sehari setelah Turki menyatakan akan membebaskan 38 ribu narapidana yang sisa masa tahanan mereka kurang dari dua tahun.

Langkah yang diumumkan hari Rabu lalu itu dimaksudkan untuk memberi ruang di penjara bagi ribuan lainnya yang ditangkap dalam beberapa pekan ini karena dituduh berpartisipasi dalam upaya kudeta yang gagal.

Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag memperingatkan dalam serangkaian tweet Rabu pagi bahwa pembebasan itu bukan berarti pengampunan melainkan pembebasan bersyarat.

“Langkah ini bukan amnesti. Hukuman ini akan dilakukan di luar penjara melalui pembebasan yang diawasi,” tulis Bozdag di Twitter. Ia berharap langkah tersebut bermanfaat bagi para narapidana, keluarga, rakyat dan negara, lanjutnya.

Selain itu, para narapidana yang telah menjalani lebih dari separuh masa hukumannya juga berhak mendapatkan pembebasan bersyarat. Keputusan itu tidak berlaku bagi para narapidana yang dipenjarakan atas tuduhan pembunuhan, terorisme, kekerasan dalam rumah tangga atau serangan seksual.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim Rabu menyatakan bahwa lebih dari 4.200 perusahaan dan organisasi yang terkait dengan Gulen telah ditutup.

Secara keseluruhan, lebih dari 35 ribu orang termasuk hakim, akademisi dan wartawan telah ditahan untuk diinterogasi, dan lebih dari 17 ribu di antaranya resmi ditahan. Hampir 80 ribu pegawai negeri telah disingkirkan dari posisi mereka sejak upaya kudeta yang gagal, kata Yildirim dalam pidato yang ditayangkan langsung oleh televisi.

Bozdag mengumumkan dekrit ke-2, Rabu (17/8), yang akan menyingkirkan 2.300 polisi, serta 136 perwira militer dan 196 pegawai pemerintah dari otoritas teknologi informasinya.

Upaya penindakan keras oleh pemerintah setelah upaya kudeta itu menimbulkan kecaman dari sebagian negara Eropa dan organisasi-organisasi HAM yang mendesak Turki agar bersikap menahan diri. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG