Tautan-tautan Akses

Polisi Tunisia Gunakan Gas Air Mata Terhadap Demonstran Islam


Para demonstran yang menentang larangan penggunaan cadar di universitas Tunisia, berhadapan dengan polisi di depan pintu gerbang kampus di Tunisia (9/10).

Para demonstran yang menentang larangan penggunaan cadar di universitas Tunisia, berhadapan dengan polisi di depan pintu gerbang kampus di Tunisia (9/10).

Polisi Tunisia menggunakan gas air mata untuk membubarkan aksi demo yang dilancarkan kaum Islamis di Sousse, Tunisia.

Polisi Tunisia hari Minggu menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan demonstran Islamis memprotes undang-undang yang melarang perempuan mengenakan cadar untuk mendaftar sekolah ke universitas, dan memprotes penyiaran sebuah film oleh stasiun televisi yang menurut mereka telah mencemarkan Islam.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Hichem Meddeb, mengatakan polisi memblokir para demonstran yang menyerang dan dipersenjatai dengan batu, pisau dan tongkat sebelum mereka memasuki kantor stasiun televisi swasta Nessma. Kira-kira 50 orang ditangkap.

Para demonstran Islamis marah setelah saluran TV itu menayangkan Persepolis, sebuah film peraih penghargaan yang menceritakan seorang wanita yang tumbuh dan tinggal di Iran di bawah pemerintah keagamaan yang ketat menyusul Revolusi Islam tahun 1979.

Kerusuhan ini terjadi hari Sabtu ketika kelompok Islamis berusaha menyerbu sebuah universitas di Sousse, kira-kira 150 kilometer arah selatan dari ibukota Tunis. Pihak universitas menolak untuk mendaftarkan mahasiswa perempuan yang mengenakan niqab atau cadar muka.

Dua kejadian itu adalah pelecehan terbaru terhadap simbol-simbol sekularisme kaum Salafi, masyarakat Muslim konservatif di Tunisia, menjelang pemilu dewan konstitusional yang bersejarah bulan ini.

Jajak pendapat memperkirakan Partai Ennahda unggul. Ennahda adalah gerakan Islamis moderat yang sangat ditekan di bawah pemerintahan sebelumnya. Ennahda mengecam kekerasan hari Minggu. Kelompok itu mengatakan menghormati hak-hak perempuan dan tidak ingin memaksakan nilai-nilai agama terhadap masyarakat Tunisia.

Pemilu tanggal 23 Oktober merupakan pemilu pertama di negara itu sejak revolusi penggulingan pemimpin otokratik Tunisia bulan Januari.

XS
SM
MD
LG